Leptospirosis, Penyakit yang Mengintai Masyarakat Pasca Banjir
- 06 Des 2025 23:06 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Musibah banjir bandang dan tanah longsor kembali melanda Aceh, Sumut dan Sumbar pada 26 November 2025. Sudah hampir dua minggu berlalu, meskipun perlahan air mulai surut, namun dampaknya banyak menimbulkan permasalahan, salah satunya ialah masalah kesehatan.
Seperti dikatakan dr. Suheir Muzakkir, SpPD, selaku Dokter spesialis Penyakit Dalam pada program Dialog bersama Pro 1 RRI Banda Aceh. “Penyakit yang paling sering dialami oleh masyarakat pasca banjir itu banyak, ada saluran cerna, saluran nafas, penyakit kulit dan ada beberapa penyakit yang penularannya menyertai faktor resiko genangan air banjir yang menjadi penyebab penularan penyakit-penyakit tertentu,” ujarnya Sabtu (29/11/2025).
Penyakit yang paling rentan dialami masyarakat pasca banjir ialah Leptospirosis. “Meski kurang awam terdengar di masyarakat, namun penyakit ini sangatlah sering dialami masyarakat pasca banjir. Penyakit leptospirosis ini penyakit zoonosis yang artinya ditularkan dari hewan, dimana penyebab sebenarnya bakteri lepstopira yang kemudian menginfeksi hewan yang terkandung di dalam urine, jadi paling sering hewan pengerat tikus, tapi tidak menutup kemungkinan hewan mamalia, juga lingkungan sekitar yang telah terkontaminasi dari urine hewan tersebut,” jelasnya.
Gejala yang dirasakan pada yang terjangkit penyakit ini yaitu demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala juga nyeri otot betis. Untuk menghindari penyakit ini beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya menggunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan rumah/selokan dan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas.
Penyakit leptospirosis menjadi ancaman serius pasca banjir yang seringnya tak disadari masyarakat. Meski sulit dihindari kewaspadaan akan hal ini tetaplah harus dijaga agar bisa terhindar dari penyakit yang acap mengintai ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....