Puspaga Beri Penguatan Mental untuk Korban Kekerasan

  • 13 Nov 2025 23:41 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Banda Aceh memiliki peran besar dalam mendampingi dan memulihkan korban kekerasan, terutama perempuan dan anak. Konselor Puspaga Banda Aceh, Sufrina Keumala Ayu, M.Ed, mengatakan bahwa Puspaga berfokus pada layanan edukasi dan penguatan psikologis bagi korban maupun keluarga.

“Puspaga sebenarnya lebih bersifat preventif, memberikan edukasi sebelum kekerasan terjadi. Tapi kami juga memberi layanan konseling bagi korban yang membutuhkan penguatan setelah mengalami kekerasan,” jelasnya dalam Dialog Perempuan dan Anak yang disiarkan di Pro 1 RRI Banda Aceh pada Senin, (10/11/2025) Menurut Sufrina, banyak korban KDRT yang merasa malu dan menyalahkan diri sendiri atas kekerasan yang dialami. “Korban sering merasa dirinya membawa aib. Padahal mereka bukan pelaku. Kami bantu mereka menyadari bahwa mereka tetap berharga dan berhak bahagia,” ujarnya.

Ia menambahkan, luka batin akibat kekerasan tidak bisa dihapus, tetapi bisa digantikan dengan pengalaman yang lebih positif. “Luka itu bagian dari hidup. Tapi bisa diganti dengan rasa bahagia, dengan memenuhi ‘tangki cinta’ kita sendiri. Jadi, bahagia adalah tanggung jawab diri, bukan orang lain,” ungkapnya.

Sufrina juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga seperti Puspaga, UPTD PPA, dan rumah sakit dalam penanganan korban kekerasan. “Korban butuh sistem yang saling mendukung. Rumah sakit menangani fisik, PPA menindaklanjuti hukum, dan kami di Puspaga memperkuat mental korban agar bisa pulih dan kembali bangkit,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....