Peran Startegis RSIA Aceh Dalam OPenanganan Pemulihan Korban KDRT

  • 13 Nov 2025 23:25 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh memiliki peran penting dalam menangani korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dari aspek mental dan psikologis korban. Hal itu disampaikan dr. Deli Marliza dari RSIA Aceh dalam Dialog Perempuan dan Anak yang disiarkan di Pro 1 RRI Banda Aceh pada Kamis, (13/11/2025) dengan tema “Kolaborasi Rumah Sakit dan Puspaga: peran Rumah Sakit Dan Puspaga dalam Upaya Pemulihan”.

Menurut dr. Deli, korban KDRT sering kali datang dengan luka fisik sekaligus trauma batin yang membutuhkan penanganan hati-hati. “Mereka biasanya tidak langsung terbuka. Ada yang bilang terjatuh atau terpeleset, padahal luka akibat kekerasan. Jadi, kami perlu trik khusus dan waktu agar korban mau bercerita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari kondisi fisik hingga mental korban. Pemeriksaan dilakukan secara tertutup agar pasien merasa aman dan tidak takut aibnya tersebar. “Kami jaga penuh kerahasiaan pasien. Semua informasi hanya diketahui oleh tenaga medis yang menangani,” tegasnya.

dr. Deli menambahkan, apabila korban memerlukan proses hukum, rumah sakit dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan visum atas permintaan resmi. “Visum hanya dilakukan atas permintaan polisi. Itu bagian dari menjaga kerahasiaan dan prosedur hukum yang benar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemulihan korban tidak hanya soal mengobati luka fisik, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri mereka. “Obat luka batin memang tidak ada, tapi bisa tertutupi bila pasien merasa bahagia dan mendapat dukungan. Karena bahagia itu juga bagian dari penyembuhan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....