Pentingnya Memahami Kista Ovarium: Normal vs. Berbahaya

  • 22 Sep 2025 10:35 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Kista ovarium merupakan kantong yang muncul di indung telur dan berisi cairan. Cairan ini bisa berupa cairan bening atau lendir. Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG(K), Subsp.FER mengatakan bahwa setiap wanita memiliki kista.

“Tapi jangan takut dulu dengan kista, karena 90 persen kista bersifat fungsional. Artinya normal dan merupakan bagian dari siklus menstruasi wanita yang sehat,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Banda Aceh dengan topik Seputar Masalah Kista Ovarium: Haruskah Kita Khawatir, Sabtu (30/8/2025).

“Setiap bulan, sel telur tumbuh dan berkembang di dalam kantong kecil atau folikel hingga mencapai ukuran maksimal sekitar 24 milimeter,” lanjutnya. Pada pertengahan siklus, folikel ini pecah melepaskan sel telur. Jika tidak dibuahi, sel ini akan luruh dan keluar sebagai menstruasi.

Selain kista fungsional, ada yang dikenal dengan kista non-fungsional yang harus diwaspadai karena merupakan penyakit dan harus mendapat pemeriksaan oleh profesional. Beberapa jenis kista non-fungsional, seperti:

  • Kista adenoma, berisi cairan serosa atau mucus. Dindingnya tebal dan sulit pecah. Kista ini dapat membesar dan beresiko terpelintir, sehingga menyebabkan rasa sakit.
  • Kista endometriosis (kista coklat), berisi darah tua seperti cokelat. Gejalanya adalah nyeri luar biasa saat menstruasi karena darah terperangkap di dalamnya.
  • Kista ganas (karsinoma ovarium), kista yang berpotensi menjadi kanker.

Berbeda dengan kista fungsional yang membesar dan menghilang sesuai siklus menstruasi, kista non-fungsional menetap dan terus membesar, bahkan dapat menekan organ di sekitarnya. Maka disarankan bagi perempuan untuk mengecek kesehatan ovarium minimal 6 bulan sekali, terutama bagi yang siklus haid tidak teratur atau jika ada gejala nyeri saat haid. Hal ini penting untuk mengetahui status kesuburan dan mendeteksi dini jika ada masalah.

Beberapa faktor penyebab kista dan masalah kesuburan diantaranya karena gaya hidup yang tidak sehat, berat badan berlebih dan makanan yang tidak sehat. Kemudian adanya penyakit Polistik Ovarium (PCOS) yang merupakan penyakit karena gangguan hormon. Akibatnya dapat mengganggu kesuburan organ reproduksi pada wanita yang menyebabkan sulit mendapatkan keturunan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....