Mengenal Perbedaan Ring dan Bypass, Penanganan Penyakit Jantung

  • 15 Sep 2025 15:10 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Penyakit jantung khususnya jantung korener nerupakan penyakit yamg masih menjadi momok dan menyebabkan kematian tertinggi didunia termasuk di Indonesia. Penyakit jantung ini terjadi ketika memasok nutrisi dan oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan di akibatkan oleh penumpukan plak kolesterol.

Penyakit jantung koroner itu adalah penyakit pembuluh darah jantung yang tersumbat, baik dari beberapa derajat kesumbatannya atau semakin berat sumbatnya maka akan semakin bergejala jantung.

“Terkadang penyakit ini tidak bisa di hindari, karena semakin kita berusia lanjut, maka pembuluh darah kita semakin kaku, penimbunan plak dan berbagai faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik faktor yang dapat di modifikasi maupun tidak, faktor keturunan dan jenis kelamin juga berpengaruh”, hal ini dikatakan oleh dr. Ivan Ramayana, Sp.PD-KKV, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu (13/9/2025).

Dalam dunia medis ada dua metode dalam mengatasi sumbatan pembuluh darah koroner , yaitu dengan pemasangan ring jantung (stent) dan operasi bypass jantung (CABG: Coronary Artery Bypass Graft), kedua metode mempunyai tujuan yang sama yaitu melancarkan aliran darah ke jantung, namun dengan cara yang berbeda.

”Perbedaan pemasangan ring jantung dengan operasi bypass adalah, pada prinsipnya guna nya untuk melancarkan peredaran darah dalam jantung namun prosesnya berbeda. Pada saat kondisi pembuluh darah jantung sudah menyempit berat), sehingga prosedur pemasangan ring itu sangat berisiko, sebaiknya dilakukan operasi bypass”, tambah dr. Ivan.

Prosedur pemasangan ring jantung dilakukan melalui katerisasi jantung yaitu, memasukkan selang kecil (kateter) di salah satu pembuluh darah di pergelangan tangan atau paha lalu stent ditempatkan pada bagian yang tersumbat. Sedangkan operasi bypass jantung yaitu, prosedur bedah terbuka untuk membuat jalur yang baru bagi aliran darah menuju otot jantung, dan dokter akan mengambil pembuluh darah yang sehat di bagian tubuh yang lain seperti di bahu atau kaki untuk melewati pembuluh koroner yang tersumbat.

Pemasangan ring jantung dilakukan pada pasien dengan penyempitan 1 atau 2 pembuluh darah yang masih bisa di buka, sedangkan operasi bypass jantung pada pasien, dipilih apabila penyumbatan parah, melibatkan banyak pembuluh darah atau akan berisiko tinggi jika hanya di pasangkan ring saja.

”Jantung kita berdetak lebih dari seratus ribu kali setiap harinya, oleh karena itu kita harus menjaga jantung, jantung yang sehat berarti tubuh yang sehat, tetap aktif, kelola stres, kontrol berkala itu adalah sangat penting, pola hidup sehat," tutup dr. Ivan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....