Yuk Bedakan Batuk Untuk Cegah Tuberklosis
- 10 Agt 2025 19:25 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Batuk merupakan gejala suatu kondisi kesehatan dimana batuk untuk membersihkan saluran pernafasan dari lendir, kuman dan debu. Saat itu terjadi iritasi di tenggorokkan, saluran nafas, atau paru-paru, tubuh merespons secara alami dengan cara mengeluarkan udara dengan cepat dari mulut.
Namun demikian batuk sendiri tidak boleh dianggap hal sepele, ada batuk yang sementara dan ada batuk yang memiliki tanda dan gejala yang serius seperti batuk TBC (tuberklosis). Mengenali dan memahami batuk biasa dan batuk TBC adalah langkah penting untuk pencegahan dan penularan TBC.
“Batuk berdahak belum tentu tergolong itu batuk TBC, ada faktor penyerta lainnya seperti penurunan berat badan dan berkeringat malam hari walau tanpa ada aktivitas apapun ini untuk batuk TBC, nah kalau batuk berdahak biasa bisa jadi karena influensa”, kata dr.Fera Maulidar, selaku dokter di Klinik Bunda Thamrin Banda Aceh dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu (9/8/2025).
Batuk biasa umumnya akan sembuh atau membaik dalam waktu tidak lebih dari dua minggu, dan terjadi karena flu, pilek, alergi atau iritasi tenggorokkan. Ciri-ciri batuk biasa yaitu batuk selama 3-14 hari dengan dahak yang jernih putih disertai gejala pilek atau sakit tenggorokkan, tidak menyebabkan demam yang lama dan berat badan normal.
Sementara itu batuk TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberklosis yang menyerang paru-paru dan dapat menular diudara dan melalui droplet (air liur) saat bersin. Batuk TBC merupakan penyakit kronis dengan ciri-ciri, batuk lebih dari 3 minggu secara terus menerus dan bercampur darah, deman yang berlangsung lama pada sore dan malam hari, berat badan menurun secara signifikan, berkeringat pada malam hari dan tubuh lemas serta lesu.
Jika batuk TBC tidak segera ditangani, maka penderita malah akan menularkan ke orang lain melalui dahak dan bersin, jadi penularan ini dapat dicegah jika penderita segera memeriksakan ke dokter dan menjalani pengobatan secara tuntas. “Sekali penderita TBC bersin maka kumannya itu menyebar ke udara dan pastikan akan terhirup oleh orang lain, jika sistem imun tubuh kita kuat bisa jadi kuman masuk ketubuh kita tapi tidak terinfeksi kuman tersebut, tetapi jika imun tubuh kita tidak baik maka lebih mudah terkena kuman TBC tersebut”, tambah dr.Fera.
Langkah pencegahan dari penyakit TBC ini adalah, pastikan dirumah ada sirkulasi udara dengan baik, gunakan masker saat berada ditempat yang ramai, lengkapi imunisasi BCG pada anak, jika batuk tidak kunjung sembuh segera periksa ke dokter dan terapkan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tetap baik. Untuk langkah pencegahan batuk biasa, dengan jaga kebersihan, hindari paparan asap rokok dan polusi, gunakan masker, istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, cukup minum air putih serta hindari kontak dengan orang sakit.
Perlu diingat bahwa penyakit TBC ini dapat disembuhkan, dengan pengobatan yang tepat dan tuntas, penderita TBC akan kembali sehat. Jangan abaikan batuk yang terus menerus dan berkelanjutan, karena kepedulian kita akan menyelamatkan nyawa sebelum terlambat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....