Pengaruh Hormon Oksitosin dan Prolaktin pada Ibu Menyusui

  • 10 Agt 2025 17:55 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : 1-7 Agustus diperingati sebagai pekan menyusui sedunia, sepanjang bulan agustus ini diisi dengan berbagai acara yang bertemakan menyusui. Dalam kegiatan menyusui sangat diperlukan support system bagi seorang Ibu, sehingga proses menyusuinya bisa berjalan dengan lancar.

Menyusui merupakan proses alami yang melibatkan kerja sama antara tubuh, pikiran dan hormon. Dua hormon yang memegang peranan penting dalam kelancaran menyusui adalah prolaktin dan oksitosin.

Kepala Puskesmas Darul Kamal Aceh Besar Ketua Asosiasi Nutrisionis Indonesia Provinsi Aceh, Mayasopa S.T.P. | menjelaskan kedua hormon tersebut memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi untuk memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup.

“Untuk kelancaran proses menyusui ada dua jenis hormon yang mempengaruhi, yaitu hormon oksitosin dan hormon prolaktin. Tentunya juga dibantu dengan dukungan dari suami dan keluarga terdekat itu sangat berpengatuh untuk keberhasilan dalam menyusui,” ungkap Mayasopa dalam program Talks & Trends Pro 2 RRI Banda Aceh, Rabu (6/8/2025).

Hormon Prolaktin diproduksi oleh kelenjar pituitari anterior di otak. Hormon ini bertugas merangsang produksi ASI di kelenjar payudara. Berpengaruh pada Ibu dalam menjaga ketersediaan ASI selama periode menyusui, menimbulkan rasa tenang dan fokus terhadap kebutuhan bayi dan meningkat pada malam hari, sehingga menyusui malam hari membantu mempertahankan pasokan ASI.

Hormon Oksitosin dihasilkan oleh hipotalamus dan dilepaskan melalui kelenjar pituitari posterior. Perannya adalah memicu pengeluaran ASI atau refleks let-down. Berpengaruh pada Ibu untuk memudahkan ASI mengalir dengan lancar, menimbulkan rasa rileks, nyaman, dan meningkatkan ikatan emosional dengan bayi dan produksi oksitosin dapat terhambat oleh stres, rasa sakit, atau kecemasan.

Ia juga menambahkan hormon prolaktin dan oksitosin menjadi kunci keberhasilan menyusui, prolaktin memproduksi ASI sementara oksitosin mengeluarkannya.Dibantu dengan dukungan emosional, kesehatan fisik dan lingkungan yang nyaman, kedua hormon ini dapat bekerja secara optimal, sehingga proses menyusui dapat berjalan lancar dan kebutuhan nutrisi bayi pun terpenuhi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....