Begini cara Penanganan Batuk Berdasarkan Jenisnya

  • 25 Mei 2025 18:36 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang - Batuk merupakan respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernafasan dari iritan, lender atau partikel asing. Meskipun dianggap sebagai penyakit, batuk sebenarnya adalah mekanisme pertahanan penting. Namun, batuk yang berkepanjangan disertai gejala negatif lainnya bisa menjadi indikasi adanya masalah Kesehatan.

Secara umum, batuk dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Selain itu, ada pula jenis batuk yang spesifik berdasarkan penyebab atau karakteristiknya, seperti batuk seratus hari. Dokter Silvia Yasmin Lubis, Sp. A, dokter spesialis anak Klinik Bunda Thamrin menjelaskan perbedaan jenis batuk dan cara penanganannya.

“Batuk kering adalah batuk tidak berdahak yang biasanya di sebut dengan laringitis, penyebabnya yang paling banyak karena virus. Untuk sembuhnya biasanya sembuh sendiri atau self limiting disease. Diimbangi dengan makanan yang cukup, ada kuahnya, cairannya cukup, dan istirahatnya cukup, maka akan sembuh sendiri batuknya,” ujarnya dalam Dialog Asokaya (Asyik Obrolan Kesehatan Masyarakt)

bersama Pro 4 Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025).

Kemudian batuk berdahak yang merupakan batuk yang mengeluarkan dahak atau lender dari saluran pernapasan. Penyebab umum karena infeksi saluran pernapasan, sinusitis serta endema paru. Untuk pengobatannya juga dengan perbanyak minum air, dan dibantu dengan pemberian obat pengencer dahak. Pada kasus yang berat ditandai dengan dehidrasi, penurunan kesadaran, pendarahan pada dahak, dan susah nafas, maka sebaiknya segera dibawa ke dokter.

Selanjutnya utuk jenis batuk 100 hari yang merupakan batuk pertussis atau batuk rejan, ini merupakan infeksi bakteri Bordetella pertussis yang sangat menular. “Batuk ini dinamakan 100 hari karena batuk ini lama dan berkepanjangan serta seringkali diikuti tarikan nafas dengan suara melengking dan bisa saja muntah saat batuk’” lanjutnya.

Salah satu penyebab batuk 100 hari ini adalah tidak diberikan imuniasi pertussis saat kecil. Untuk penanganannya oleh dokter akan diberikan antibiotik dan pada kasus yang parah, terutama pada bayi, bisa saja dilakukan pemberian oksigen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....