Mengenal Perbedaan Alergi dan Rhinitis

  • 19 Apr 2025 14:20 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Mengalami hidung tersumbat dan bersin-bersin memang tidak nyaman. Seringkali kita langsung menyebut gejala-gejala tersebut dengan alergi. Padahal mungkin saja itu adalah rhinitis, istilah umum untuk peradangan hidung yang seringkali disalahartikan sebagai alergi. Gejala alergi dan rhinitis memang seringkali sama berupa hidung tersumbat, gatal pada hidung, hidung berair dan bersin-bersin, namun kedua penyakit ini memiliki penyebab yang berbeda.

Dokter spesialis THT dari Klinik Bunda Thamrin, dr. Ridha Chaharsyah Mulya,.Sp.T.H.T.B.K.L menerangkan perbedaan antara rhinits dan alergi. “Untuk rhinitis adalah radang yang terjadi pada mukosa hidung. Mukosa sendiri adalah kulit atau membran yang terdapat dalam hidung. Sedangkan alergi adalah kondisi yang disebabkan oleh reaksi yang dicetuskan oleh alergen, bisa dari makanan atau lingkungan,” terangnya dalam dialog ASOKAYA (Asyik Obrolan Seputar Kesehatan Masyarakat) dengan topik Kenali Tanda & Gejala Rhinitis & Alergi bersama Pro 4 Banda Aceh pada Sabtu (19/4/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa rhinitis disebabkan oleh banyak faktor, seperti alergi, karena infeksi bakteri atau virus, hormonal, penggunaan obat yang tidak terkontrol, dan karena usia. Rhinitis sendiri terbagi dalam dua jenis berdasarkan faktor penyebabnya, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis non alergi.

Rhinitis alergi merupakan radang pada mukosa hidung yang disebabkan oleh bermacam alergen, yang bersifat dari lingkungan dan makanan yang menimbulkan gejala pada hidung. “Rhinitis alergi ini spesifik disebabkan oleh reaksi antibodi tubuh yang khusus pada alergi, sedangkan rhinitis non alergi dalam penyebabnya itu adalah bukan akibat terpapar pemicu alergi (alergen),” lanjutnya.

Bisa diambil kesimpulan bahwa alergi seringkali menyebabkan rhinitis, tetapi rhinitis tidak selalu disebabkan oleh alergi. Oleh karena itu, untuk mengetahui secara pasti apakah keluhan hidung Anda disesabkan oleh alergi atau jenis rhinitis lainnya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....