Peran Patologi Anatomi dalam Diagnosis Penyakit

  • 02 Feb 2025 17:59 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Pemeriksaan Patalogi Anatomi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat bahan sel diikuti dengan perubahan jaringan yang berasal dari tubuh. Peran pentingnya adalah untuk memberikan informasi dalam penegakkan diagnosis terpadu, “ Pasien datang dengan langsung mengunjungi ke klinisi atau dokter yang langsung memeriksa, dan jika diperlukan untuk pemeriksaan lebih lanjut maka akan diperiksa kembali dengan beberapa tingkatan pemeriksaan”, hal ini diungkapkan oleh Dr.dr.Hj. Reno Keumalazia Kamarlis, Sp.PA.Subsp.O.G.P.(K) pada Program Dialog Klinik Angkasa bersama RRI Banda Aceh, Sabtu (1/2/2025).

Ada dua jenis pemeriksaan patologi anatomi, yaitu dengan skrining atau penyaringan dan diagnosa. Pemeriksaan dengan skrining dilakukan seseorang belum terdeteksi penyakit atau belum ada tanda-tanda penyakit didalam tubuh, salah satu contohnya adalah pemeriksaan pap smear (skrining kanker serviks). Sedangkan pemeriksaan berdasarkan diagnosa akan dilakukan apabila tubuh sudah merasakan sakit atau jaringan sel yang bermasalah.

Pemeriksaan patologi anatomi terbagi dua yaitu histopatologi dan patologi molekuler, dimana keduanya memiliki manfaat masing-masing. Histopatologi atau pemeriksaan dasar adalah langkah awal untuk menuju pemeriksaan tahap berikutnya seperti pemeriksaan patologi molekuler, dan untuk menentukan layak tidaknya pemeriksaan lanjutan yang lebih tinggi dan agar dokter selanjutnya dapat mengambil tindakan yang tepat, ujar dr Reno.

Berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi dapat dilihat tingkat keparahan kerusakkan sel seperti mengenal sel yang ganas, sel yang rusak sedang dan buruk atau perubahan ditingkat sel nya. Berbeda dengan hasil pemeriksaan klinisi atau dokter yang melakukan tindakan, dimana mereka melihat dari stadium atau tingkat keparahan sel.

Dalam pemeriksaan patologi anatomi tidak hanya memeriksa untuk penyakit tumor dan kanker tetapi juga mendiagnosa untuk infeksi dan non infeksi. Jangan takut untuk memeriksakan patologi anatomi karena pemeriksaan ini tidak hanya untuk penyakit yang ganas atau jinak saja seperti tumor dan kanker, akan tetapi pemeriksaan patologi ini juga untuk memeriksa penyakit akibat infeksi ataupun alergi, serta jika sudah ada hasil dari pemeriksaan patologi agar kembali ke dokter klinisi dimana ini adalah langkah awal untuk dilakukan penanganan dan terapi, tutup dr Reno.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....