Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria, Apa Bedanya ?
- 22 Jan 2025 14:47 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria, meski sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk, memiliki perbedaan signifikan dalam penyebab, gejala, dan pengobatannya. Hal ini diungkapkan oleh dr. Jevo Rifan Sandigta, dokter di Puskesmas Sukakarya Kota Sabang, dalam wawancaranya dengan RRI, Jumat (17/1/2025).
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, sedangkan malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk Anopheles betina.
“Gejala DBD meliputi demam tinggi yang naik turun seperti pola pelana kuda, bintik merah pada kulit, mimisan, dan gusi berdarah. Sementara gejala malaria meliputi demam tinggi terus-menerus, mual, muntah hebat, dan kemungkinan kambuh bagi pasien yang pernah sembuh,” jelas dr. Jevo.
Pengobatan DBD berfokus pada kontrol demam, menjaga cairan tubuh, dan mencegah pendarahan, termasuk melalui rehidrasi oral atau infus. Sedangkan malaria diobati dengan obat antimalaria yang disesuaikan dengan jenis parasit penyebabnya.
Dr. Jevo menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan sistem imun, dan menjalani pola hidup sehat. “Sanitasi yang baik dan istirahat cukup sangat penting untuk mencegah kedua penyakit ini. Jika tidak ditangani dengan tepat, keduanya bisa mengancam jiwa,” tegasnya.
Upaya pencegahan seperti membersihkan genangan air, menggunakan kelambu, dan menjaga kebersihan rumah dinilai efektif dalam mengurangi risiko penyebaran nyamuk penyebab DBD dan malaria.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....