Ketahui Penyebab Rusaknya Terumbu Karang

  • 28 Jun 2024 20:20 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Terumbu karang merupakan tempat tinggal berbagai jenis ikan dan hewan-hewan laut. Kehidupan dan kelestariannya haruslah dijaga, karena terumbu karang memiliki banyak manfaat. Manfaatnya dirasakan dari segi ekologi (interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya), dan bermanfaat dari segi ekonomi bagi masyarakat diwilayah pesisir. Namun sayangnya, ekosistem terumbu karang terancam punah karena banyak yang rusak. Dikutip dari laman resmi dlh.semarangkota.go.id, beberapa penyebab rusaknya terumbu karang, meliputi:

1. Mengambil terumbu karang secara ilegal

Keindahan terumbu karang memang dapat menarik minat para wisatawan untuk melihatnya. Tetapi tidak jarang, ada yang mengambil terumbu-terumbu karang tersebut secara ilegal untuk dijadikan aksesori atau hiasan bernilai ekonomi.

2. Membuat bangunan di pesisir pantai

Pembangunan di pesisir pantai dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem air laut, terutama terumbu karang. Untuk membuat bangunan tersebut, diperlukan pengerukan tanah dan reklamasi sehingga dapat menyebabkan erosi. Selain itu, bangunan-bangunan itu juga dapat menghalangi masuknya cahaya matahari ke dalam laut.

3. Pencemaran Limbah

Limbah-limbah yang berasal dari aktivitas mesin dan rumah tangga dapat mencemari ekosistem air laut, termasuk terumbu karang.

4. Penambangan

Kegiatan penambangan terumbu karang dilakukan untuk mendapatkan batu karang yang akan digunakan untuk membuat aksesori bernilai ekonomi, pembangunan jalan, dan bahan bangunan. Jika hal ini dilakukan terus-menerus, dapat dipastikan terumbu karang akan punah.

5. Penangkapan ikan secara ilegal

Kejadian ini yang sering kali ditemukan, untuk mendapatkan ikan dalam jumlah yang banyak, para nelayan akan melakukan berbagai cara meskipun hal tersebut dapat merusak ekosistem yang ada di dalam air laut, termasuk terumbu karang. Biasanya, penangkapan ikan dilakukan menggunakan pukat harimau, bahan peledak, dan racun sianida.

6. Penebangan Hutan Mangrove

Fungsi dari hutan mangrove adalah sebagai pencegah abrasi dan pemfilter air. Jika hutan manggrove ditebang, fungsi ini tidak dapat berjalan dengan baik dan bahkan dapat merusak terumbu karang beserta ekosistem di dalamnya.

7. Pestisida

Penggunaan pestisida yang berlebihan pada lahan pertanian dapat mencemari air laut. Selain itu, dapat juga mencemari terumbu karang dan ekosistem yang ada di dalamnya. Rusaknya terumbu karang sangat merugikan bagi kehidupan, terutama bagi kehidupan biota di dalam laut. Meskipun sangat indah, terumbu karang harus selalu dijaga kelestariannya, agar ikan dan kehidupan di dalam laut dapat hidup dan berlindung pada terumbu karang tersebut.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....