AI dan Tantangan Menjaga Daya Kritis Mahasiswa
- 06 Okt 2026 11:24 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia bekerja dan belajar. AI membuka kesempatan bagi setiap orang untuk mengakses berbagai hal dengan cepat dan mudah. Bahkan pekerjaan yang sebelumnya harus dilakukan dalam beberapa tahap, sekarang bisa dikerjakan dalam waktu singkat dengan bantuan AI.
Namun, Dr. Silahuddin, M.Ag, Ketua Prodi Doktor PAI Pasca Sarjana UIN Ar Raniry mengingatkan bahwa AI bisa menjadi pedang bermata dua. “Saya melihat bahwa teknologi AI ini ibarat pisau bermata dua. Ia memberikan manfaat yang banyak bagi kita, tapi juga bisa memotong atau menghabisi kita,” ujarnya dalam dialog “Tantangan Era Kecerdasan Buatan AI & Disrupsi Teknologi” bersama RRI Pro 4 Banda Aceh, Jumat, 4 September 2026.
Terutama bagi mahasiswa, mnurutnya, penggunaan AI harus disertai dengan pemahaman awal keilmuan sebelum bertanya ke AI. “Jadi penggunaan kecerdasan buatan ini, bagi mahasiswa harus punya dulu ilmu dasar atau fondasi keilmuan. Karena kalau tidak, jika ada kesalahan yang disampaikan AI maka tetap akan kita anggap benar,” lanjutnya.
AI seharusnya dipakai sebagai tool atau alat bantu, bukan sebagai alat utama berpikir. Godaan untuk sekadar menggunakan AI sbagai jalan pintas tanpa memahami esensi pembelajaran dan tanpa melibatkan keaktifan berpikir, akan menghambat daya pikir kritis.
Oleh karena itu, kita dituntut tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pengguna yang kritis dan bertika. Kemampuan berpikir kritis penting untuk mempertanyakan, menganalisis, dan memverifikasi setiap informasi yang di hasilkan AI.
Selain itu, dampak yang paling besar yang terasa ketika tergantung kepada AI adalah menjadi malas mencari sumber informasi, karena merasa AI sudah menyediakan semuanya. “Padahal, dalam belajar tidak hanya berpaku kepada satu sumber saja. Yang harus dilakukan adalah mencari pengetahuan dari sebanyak-banyaknya sumber, baik dari buku, seminar, ceramah, dan sebagainya. AI hanya satu bagian kecil dari itu,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....