Benarkah AI jadi Ancaman di Era Digital bavi Generasi Muda?
- 05 Sep 2026 13:31 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Perkembangan teknologi berbasis AI menimbulkan salah satu ancaman terbesar di era digital berupa godaan untuk mencari jawaban instan. Hanya dalam hitungan detik, dengan menggunakan instruksi singkat (prompt), AI mampu membuat tulisan, menyelesaikan soal rumit, menerjemahkan Bahasa, hingga menciptakan karya musik dan visual.
Namun, apakah AI membuat generasi muda makin cerdas, atau justru mengikis daya kritis mereka?
| Baca juga: Mewujudkan Sekolah sebagai “Rumah Kedua” |
Ketua Umum PD PII Kota Banda Aceh, Maulidil Fikri, mengatakan bahwa AI memang mempermudah dalam mengakses infromasi. Namun, bagi seorang pelajar, kemampuan untuk memimpin diri sendiri tetap menjadi hal utama.
“Termasuk dalam penggunaan AI ini. Apabila seorang pelajar malah menjadi mesin bagi AI (tergantung kepada AI), bukan menjadikan AI sebagai mesin pembantunya, maka itu merupakan sebuah kegagalan dalam memimpin diri sendiri,” ujarnya dalam dialog “Pelajar di Era AI : Tetap Berpikir, Bukan Sekadar Mencari Jawaban” bersama Pro 2 RRI Banda Aceh, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ketika kita terlalu bergantung dengan AI, fungsi analisis, kemampuan kritis pelajar akan perlahan tumpul. Kebiasaan mempertanyaan secara mendalam, diskusi langsung, serta validasi informasi menjadi hilang.
Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa AI memang mampu menghasilkan banyak data. Namun, AI tidak memiliki emosi, empati, serta pembentukan karakter dan adab, sebagaimana hal-hal mendasar yang hanya dimiliki manusia.
Kunci pemakaian AI memang terletak pada kebijaksanaan penggunaanya. AI dapat digunakan secara efektif sebagai tools pendukung, seperti untuk penyempurnaan ide, alat riset awal, dan membuat kerja lebih efisien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....