USK dan University of Canberra Siapkan Joint Degree

  • 02 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berpeluang memperluas pengalaman akademik hingga Australia melalui pengembangan program joint degree bersama University of Canberra.

Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara USK dan University of Canberra di Canberra, Australia, Selasa 1 September 2026. Selain joint degree, kedua perguruan tinggi membahas summer school, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pengembangan riset bersama.

Program joint degree nantinya memungkinkan mahasiswa mengikuti proses akademik di dua negara melalui mekanisme transfer dan pengakuan kredit semester. Skema ini diharapkan memberi kesempatan kepada mahasiswa USK untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan akademik Australia.

Kedua perguruan tinggi juga merancang program summer school dua arah dengan durasi sedikitnya tiga minggu. Program tersebut akan disertai pengakuan satuan kredit semester sehingga kegiatan akademik mahasiswa selama mengikuti program dapat menjadi bagian dari proses studinya.

Ketua Program Studi Doktor Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana USK, Dr. Muhammad Aulia, mengatakan kerja sama internasional perlu diwujudkan dalam kegiatan akademik yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika.

“Hal terpenting adalah bagaimana kerja sama ini menghasilkan aktivitas akademik yang nyata. Kita ingin mahasiswa dan dosen memiliki ruang untuk belajar, mengajar, meneliti, serta membangun jejaring akademik secara langsung dengan mitra di Australia,” ujar Aulia.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri tidak cukup hanya menghasilkan kesepakatan kelembagaan. Implementasi kerja sama perlu diarahkan pada aktivitas yang memungkinkan mahasiswa dan dosen terlibat secara langsung dalam lingkungan akademik internasional.

Dekan FKIP USK, Dr. Amiruddin, mengatakan kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa dan guru untuk memperoleh pengalaman pendidikan secara langsung di Australia.

Sejumlah guru ditargetkan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di University of Canberra setiap tahun. Sementara mahasiswa FKIP USK semester enam berpeluang mendapatkan pengalaman mengajar di sekolah-sekolah Australia.

Program tersebut akan difasilitasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, khususnya untuk kegiatan yang berkaitan dengan pengajaran bahasa dan budaya Indonesia.

“Mahasiswa harus memiliki pengalaman internasional. Mereka perlu melihat bagaimana pendidikan berlangsung di negara lain, bagaimana guru bekerja, dan bagaimana pembelajaran dikembangkan,” kata Amiruddin.

Pengalaman tersebut dinilai penting bagi mahasiswa kependidikan untuk memahami praktik pendidikan dari perspektif yang lebih luas. Interaksi langsung dengan lingkungan pendidikan Australia juga diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sebelum mereka memasuki dunia profesi.

Pertemuan di Canberra tersebut merupakan pembahasan ketiga antara USK dan University of Canberra. Dua pertemuan sebelumnya dilakukan secara daring untuk membahas arah dan bentuk pengembangan kerja sama kedua institusi.

Delegasi USK dalam pertemuan tersebut terdiri atas Dr. Muhammad Aulia, Dr. Amiruddin dan Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan FISIP USK, Maimun, M.A.

Kerja sama tersebut turut difasilitasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof. Yuli Rahmawati. Selain joint degree dan summer school, pembahasan mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen serta peluang pelaksanaan riset dan publikasi ilmiah bersama.

Melalui berbagai skema tersebut, kerja sama USK dan University of Canberra diarahkan untuk menghasilkan aktivitas akademik yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Mahasiswa dan dosen menjadi pihak yang diharapkan memperoleh manfaat langsung, mulai dari kesempatan belajar dan mengajar di lingkungan internasional hingga keterlibatan dalam penelitian serta pembangunan jejaring akademik dengan mitra di Australia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....