Gen Z Perlu Dekati Dakwah Melalui Media Digital

  • 25 Agt 2026 22:09 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Generasi Z membutuhkan pendekatan dakwah yang lebih dekat dengan kehidupan dan kebiasaan mereka di era digital. Dakwah tidak lagi hanya disampaikan melalui mimbar masjid atau majelis pengajian, tetapi dapat dikembangkan melalui media sosial, konten kreatif, olahraga, kegiatan komunitas, hingga keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Departemen Olahraga Remaja Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Salsabila, mengatakan perkembangan teknologi membuat generasi muda semakin banyak beraktivitas di ruang digital. Kondisi tersebut perlu dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyebarkan pesan keagamaan sekaligus mengajak anak muda melakukan berbagai kegiatan positif.

Menurutnya, dakwah kepada generasi Z perlu dikemas dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan tidak menghakimi. Pesan keagamaan dapat disampaikan melalui konten singkat di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

“Dakwah ini bukan cuma untuk orang yang sudah alim. Kita bisa berdakwah melalui ajakan kepada kawan atau membagikan hadis dan ayat di media sosial,” ujar Salsa dalam Dialog Cek Cerita Kamu RRI Banda Aceh, Minggu 23 Agustus 2026.

Salsa menilai konten dakwah yang singkat dan kreatif lebih mudah menarik perhatian generasi muda yang terbiasa mengonsumsi informasi secara cepat. Namun, penggunaan bahasa gaul, humor, maupun tren dalam konten dakwah tetap harus memperhatikan substansi ajaran Islam dan etika dalam berkomunikasi.

Ia mengingatkan agar humor tidak digunakan untuk merendahkan, menghina, melakukan perundungan, maupun body shaming. Menurutnya, dakwah seharusnya membuat seseorang merasa diterima dan terdorong untuk memperbaiki diri, bukan justru merasa dihakimi karena kesalahan yang pernah dilakukan.

Selain media sosial, Salsa menyebut olahraga dapat menjadi sarana dakwah yang efektif untuk mendekati generasi muda. Kegiatan seperti lari, futsal, dan badminton dapat dikombinasikan dengan kegiatan sosial maupun kajian keagamaan yang dikemas secara ringan.

Menurutnya, Remaja Masjid Raya Baiturrahman Aceh dapat berkolaborasi dengan komunitas olahraga untuk menghadirkan kegiatan yang menarik bagi anak muda, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai syariat, seperti menjaga aurat dan batas pergaulan.

“Olahraga bisa digabungkan dengan kajian. Setelah badminton bersama, misalnya, dilanjutkan dengan kajian ringan sambil menikmati makanan ringan. Pendekatannya menjadi lebih dekat,” katanya.

Salsa juga mengajak generasi Z untuk tidak ragu mengajak kepada kebaikan meskipun merasa belum menjadi pribadi yang sempurna. Mengajak teman salat, membagikan informasi kegiatan keagamaan, atau menyebarkan konten edukatif, menurutnya, merupakan bentuk dakwah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja.

Di tengah derasnya arus informasi digital, ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah mempercayai konten keagamaan yang viral. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan kebenarannya sebelum dibagikan untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru.

Salsa berharap generasi Z dapat menjadikan media sosial dan lingkungan pertemanan sebagai ruang untuk saling menguatkan dalam kebaikan. Ia juga mendorong anak muda mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti olahraga, membaca, bergabung dalam komunitas, dan terlibat dalam kegiatan sosial.

Menurutnya, dakwah pada akhirnya tidak harus selalu hadir dalam bentuk ceramah. Hal-hal sederhana yang mengajak orang lain kepada kebaikan juga dapat menjadi bagian dari dakwah, selama dilakukan dengan cara yang santun, bijak, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....