Dolphen Community Butuh Dukungan, Lima Relawan Dampingi Puluhan Anak di Sabang
- 13 Agt 2026 15:56 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Berawal dari kepedulian terhadap pendidikan dan tumbuh kembang generasi muda, Dolphen Community terus berupaya menghadirkan ruang belajar dan kegiatan positif bagi anak-anak di Kota Sabang. Sejak dibentuk pada Maret 2026, komunitas ini telah merangkul sekitar 50 anak yang berasal dari sejumlah desa di Kota Sabang.
Namun, di balik semangat tersebut, Dolphen Community masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM). Dari sekitar 30 relawan yang bergabung saat komunitas pertama kali dibentuk, kini hanya tersisa sekitar lima orang yang masih aktif mendampingi kegiatan anak-anak.
Ketua Dolphen Community, Yoga, mengatakan keterbatasan tenaga pengajar menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi komunitas. Hingga saat ini, mereka belum mendapatkan donasi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.
“Selama ini kami hanya meminta iuran Rp10 ribu per anak. Itu bukan untuk gaji guru, tetapi untuk operasional kegiatan di rumah baca, seperti listrik, air dan kebutuhan lainnya. Untuk tenaga pengajar sendiri, kami masih sangat membutuhkan dukungan dan donasi,” ujar Yoga, Kamis 13 Agustus 2026.
Meski jumlah relawan yang ada saat ini terbatas, kegiatan di Dolphen Community tetap diusahakan berjalan. Para relawan terus mendampingi anak-anak belajar dan melakukan berbagai kegiatan positif. Harapannya, anak-anak bisa mengembangkan potensi yang mereka punya dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan bermain HP.
Selain kekurangan tenaga pengajar, Dolphen Community juga masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana. Gedung yang digunakan sebagai tempat kegiatan saat ini masih berstatus pinjam pakai dari BUMG Desa Cot Ba'u. Karena itu, para relawan berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta berbagai pihak agar komunitas dapat memiliki fasilitas yang lebih memadai.
Di tengah keterbatasan tersebut, para relawan bersyukur atas dukungan yang telah diberikan oleh Lurah/Geuchik Gampong Cot Ba'u. Dukungan tersebut berupa alas atau karpet dan tiga unit kipas angin yang digunakan untuk menunjang kenyamanan anak-anak selama mengikuti kegiatan belajar.
Dolphen Community juga masih membutuhkan donasi buku sebagai bahan bacaan dan pendukung proses pembelajaran. Kehadiran buku diharapkan dapat menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus memberikan mereka akses terhadap pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
“Kami berharap dukungan terhadap komunitas tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat dan anak-anak muda Kota Sabang. Kami mengajak para pemuda yang memiliki kepedulian dan kemampuan untuk bergabung sebagai tenaga pengajar maupun relawan, untuk ikut bersama-sama memberikan kontribusi dalam membangun generasi penerus Sabang,” tambah Yoga.
Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, bukan hanya larut dalam penggunaan telepon genggam. Karena itu, Dolphen Community berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang dapat mendorong anak-anak menjadi lebih aktif, kreatif, dan produktif.
Meski masih menghadapi keterbatasan SDM, fasilitas, dan dukungan pendanaan, lima relawan yang masih bertahan tetap berupaya mendampingi sekitar 50 anak. Yoga berharap perhatian dan dukungan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat keberadaan Dolphen Community, sehingga gerakan sederhana ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi penerus Kota Sabang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....