Borong Prestasi Literasi Nasional, MTsN Sabang Siapkan "Satu Siswa Satu Karya"

  • 06 Agt 2026 08:14 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – MTsN Sabang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan memborong dua penghargaan di bidang literasi. Madrasah tersebut dinobatkan sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional 2026, sementara Kepala MTsN Sabang, Muhammad Nasir, S.Ag., menerima penghargaan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi Bidang Literasi. Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen madrasah dalam membangun budaya membaca, menulis, dan berkarya secara berkelanjutan.

Muhammad Nasir, S.Ag., menyambut penghargaan tersebut dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Menurutnya, penghargaan yang diterima bukanlah keberhasilan individu, melainkan hasil kerja keras seluruh warga madrasah.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari keyakinan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Di era banjir informasi seperti saat ini, peserta didik harus memiliki kemampuan membaca yang baik, berpikir kritis, menganalisis informasi, serta mampu menuangkan gagasan secara kreatif melalui karya tulis," kata M. Nasir saat di wawancara RRI, Kamis 6 Agustus 2026.

Piagam penghargaan Kepala MTsN Sabang dalam Program Festival Literasi Aceh

Selama ini, MTsN Sabang terus mengembangkan berbagai program literasi, mulai dari pembiasaan membaca, pendampingan kepenulisan, penerbitan buku karya guru dan siswa, hingga penguatan perpustakaan dan pojok baca. Menurutnya, Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta didik aktif membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Sebagai langkah lanjutan, MTsN Sabang akan memperkuat transformasi literasi melalui digitalisasi perpustakaan (e-library), penerbitan karya dalam format e-book, integrasi literasi dengan sains dan computational thinking, serta pembentukan Klub Jurnalistik dan Media Siswa. Selain itu, kata M.Nasir, madrasah juga mencanangkan gerakan "Satu Siswa Satu Karya", yang menargetkan setiap peserta didik menghasilkan minimal satu karya tulis yang dipublikasikan sebelum menyelesaikan pendidikan di MTsN Sabang.

Muhammad Nasir berharap gerakan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah, Kementerian Agama, komite madrasah, masyarakat, serta komunitas literasi. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem literasi di madrasah. Ia optimistis, dengan semangat bersama, MTsN Sabang tidak hanya mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih, tetapi juga melahirkan generasi yang kritis, kreatif, berkarakter, dan siap bersaing melalui karya di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....