Konten Digital Dinilai Mampu Patahkan Stigma Negatif tentang Aceh
- 28 Jun 2026 01:46 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Konten digital dinilai menjadi sarana efektif untuk mengubah stigma negatif tentang Aceh sekaligus memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan keramahan masyarakat kepada wisatawan dari berbagai daerah. Hal tersebut disampaikan Agam Kota Banda Aceh 2025, Sagti Aprilian, dalam Dialog RRI Pro 2 Banda Aceh bertema Generasi Muda Angkat Wisata Aceh Lewat Konten Digital.
Sagti mengatakan, hingga saat ini masih banyak masyarakat di luar Aceh yang memiliki anggapan keliru mengenai penerapan syariat Islam di Aceh. Menurutnya, persepsi tersebut perlu diluruskan melalui informasi yang benar di media sosial.
"Banyak teman-teman di luar Aceh yang mengira datang ke Aceh itu menyeramkan. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Mereka harus datang sendiri untuk merasakan bagaimana ramahnya masyarakat Aceh," kata Sagti, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Aceh justru dikenal sebagai daerah yang aman bagi wisatawan, selain itu budaya Peumulia Jamee atau memuliakan tamu masih sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat. Kreator konten memiliki peran penting sebagai penyampai informasi yang benar mengenai Aceh, mulai dari wisata alam, wisata religi, wisata sejarah hingga kuliner khas daerah.
Stigma yang terbentuk di media sosial tidak sepenuhnya benar, masyarakat harus memperkenalkan Aceh apa adanya agar orang tertarik datang dan merasakan sendiri pengalaman berwisata di Aceh. Ia berharap semakin banyak generasi muda memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan wajah Aceh yang ramah, aman dan kaya akan destinasi wisata sehingga mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....