Monetisasi Konten Digital Makin Beragam, Kreator Perlu Adaptif di Era AI
- 24 Jun 2026 16:31 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Monetisasi konten digital kini tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan dari iklan platform seperti YouTube AdSense. Seiring berkembangnya ekonomi digital, content creator memiliki semakin banyak peluang untuk memperoleh penghasilan melalui berbagai model bisnis, mulai dari penjualan produk digital hingga affiliate marketing. Hal tersebut disampaikan Wirausaha Zulfan Afdillah, S.Ag. dalam Dialog Beranda Astacita Ekonomi Digital Pro 1 RRI Banda Aceh, Jumat, 19 Juni 2026.
Zulfan mengatakan, perubahan algoritma platform dan tingginya persaingan membuat kreator tidak lagi dapat bergantung pada satu sumber pendapatan. Menurutnya, diversifikasi menjadi strategi penting agar bisnis konten tetap berkelanjutan.
"Kalau hanya mengandalkan AdSense, risikonya cukup besar karena pendapatan sangat dipengaruhi perubahan algoritma. Sekarang kreator harus punya beberapa sumber pemasukan," ujarnya.
Ia menjelaskan, selain memperoleh pendapatan dari iklan, kreator kini dapat mengembangkan berbagai produk dan layanan berbasis keahlian, seperti e-book, kelas daring (online course), webinar, konsultasi, hingga affiliate marketing. Seluruhnya dapat dikembangkan dari komunitas atau audiens yang telah dibangun melalui media sosial.
Menurut Zulfan, keberhasilan monetisasi bukan hanya ditentukan oleh jumlah pengikut, tetapi juga kemampuan menghadirkan konten yang bernilai dan membangun kepercayaan audiens. Semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar peluang audiens menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan kreator.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data analitik dalam mengembangkan strategi konten. Melalui analitik, kreator dapat memahami karakter audiens, mengetahui jenis konten yang paling diminati, waktu publikasi yang efektif, hingga mengevaluasi performa setiap unggahan.
"Data membantu kita mengambil keputusan berdasarkan perilaku audiens, bukan sekadar perkiraan," katanya.
Selain perubahan model bisnis, Zulfan menilai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut mengubah lanskap industri kreatif digital. Berbagai aplikasi AI kini dimanfaatkan untuk mempercepat proses riset, penyusunan naskah, pembuatan visual, penyuntingan video, hingga produksi konten secara lebih efisien.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI hanya berfungsi sebagai alat bantu. Peran manusia tetap menjadi faktor utama, terutama dalam memastikan kualitas, akurasi, dan etika penyajian informasi, khususnya pada konten edukasi.
"AI membantu mempercepat produksi, tetapi tetap harus ada kontrol manusia karena AI juga bisa menghasilkan informasi yang keliru. Untuk konten edukasi, proses verifikasi tetap menjadi hal yang wajib dilakukan," tegasnya.
Zulfan menambahkan, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memanfaatkan data, serta membangun berbagai sumber pendapatan akan menjadi kunci bagi content creator untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri digital yang semakin kompetitif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....