Sekolah di Aceh Besar Kembangkan Program Pengelolaan Sampah

  • 12 Apr 2026 21:22 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar terus mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis partisipasi siswa sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, S.Ag., mengatakan awalnya pengelolaan sampah di sekolah hanya sebatas pemilahan organik dan anorganik tanpa pengolahan lanjutan. Bahkan, sampah sempat dibakar sebelum adanya edukasi lingkungan.

Menurutnya, perubahan mulai dilakukan setelah pihak sekolah mengikuti program sekolah sehat, yang mendorong pengelolaan sampah lebih ramah lingkungan. “Dari situ kami berpikir bagaimana sampah ini tidak lagi menumpuk, tetapi bisa dimanfaatkan,” ujarnya dalam dialog Green Radio, Sabtu 11 April 2026.

Saat ini, MIN 27 Aceh Besar telah menerapkan sistem pemilahan sampah organik, anorganik dan bahan berbahaya (B3). Khusus sampah B3, pengelolaannya dilakukan oleh guru untuk menghindari risiko bagi siswa.

Tak hanya itu, sekolah juga membentuk tim siswa peduli lingkungan bernama Gisel (Generasi Sadar Lingkungan). Tim ini bertugas mengedukasi sesama siswa, mengawasi kebersihan, hingga melakukan sosialisasi rutin di lingkungan sekolah.

Program ini turut didukung kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga internasional seperti UNICEF yang memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada siswa. Selain menjaga kebersihan, sampah juga diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti miniatur bangunan, tas, bunga, hingga aksesoris, bahkan hasil penjualan sampah plastik dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan siswa.

Dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 800 orang, pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui sistem tim dan keterlibatan aktif siswa, program ini dinilai mampu mengubah perilaku sebagian besar warga sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....