Masyarakat Siaga Kurangi Dampak Bencana
- 22 Nov 2025 16:48 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Bencana adalah rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat. Baik yang disebabkan oleh faktor alam atau non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.
Ketika bencana melanda, situasi di lapangan sering kali jauh berbeda dibandingkan yang terlihat dalam laporan berita. Para relawan, petugas SAR, tenaga kesehatan, hingga aparat keamanan harus bekerja dalam kondisi serba terbatas, dengan tekanan waktu serta risiko keselamatan yang tinggi.
Oleh karena hal tersebut pentingnya masyarakat untuk bisa memahami keterbatasan ini agar masyarakat memiliki ekspektasi yang realistis dan dapat memberikan dukungan yang tepat. Seperti dijelaskan Dr. Masry, Sp.An-TI, Ketua Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) Aceh dalam perbincangan bersama Pro 4 RRI Banda Aceh.
“Dari sektor kesehatan banyak keterbatasan saat menghadapi keadaan saat bencana melanda, ujung tombaknya bukan hanya tenaga kesehatan saja, tapi juga masyarakat yang dilatih dalam penanganan bencana. Kalau diharapkan hanya kepada tenaga medis itu sudah pasti terbatas, dalam manajemen SDM, alat medis, obat-obatan dan lainnya,” ujar Dr. Masry, Selasa (19/11/2025).
| Baca juga: Bocah Sabang Raih Emas Sains Dunia |
Menurutnya pada fase tanggap darurat harus memiliki safe community yang dari sebelumnya sudah harus dipersiapkan/kesiapsiagaan. Karena hal tersebut ketika bencana melanda masyarakat sudah lebih siap untuk bisa membantu baik tenaga medis juga relawan dan petugas lainnya di lapangan.
Saat terjadi bencana seringnya tenaga kesehatan juga terkena dampaknya, sebagai tenaga kesehatan harus berupaya memberikan bantuan kepada para korban sedangkan dirinya sendiri juga butuh bantuan penyelamatan. Untuk itu Kreki memiliki program mengajak juga mengajarkan masyarakat agar bisa lebih tanggap bencana agar bisa saling membantu dalam berbagai keadaan dan situasi dengan pelatihan-pelatihan secara regular.
“Sehingga masyarakat bisa paham bagaimana memberikan pertolongan pertama ketika suatu bencana terjadi, tahu kemana harus menghubungi call center saat bencana, di masa yang semakin modern ini juga bisa menggunakan aplikasi tertentu yang bisa langsung menginformasikan ke banyak orang saat bencana terjadi, lalu lintas yang sibuk juga bisa menjadi salah satu pertanda bahwa ada suatu hal yang terjadi. Bencana sendiri merupakan suatu kondisi saat keadaan yang ada beserta korban tidak sesuai rasionya/korban lebih banyak dari sumber daya yang tersedia,” tambahnya.
Diharapkan dengan memahami keterbatasan dan tantangan lapangan saat bencana melanda membuat kita lebih bijak dalam menilai kerja para petugas dan relawan. Masyarakat juga dapat berperan dengan tetap tenang, mengikuti arahan resmi, serta memberikan dukungan moral maupun material sesuai kemampuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....