Inovasi Pakan MaKaFeed USK Berdayakan Peternak Sabang

  • 06 Okt 2025 14:42 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan inovasi pakan ternak berbahan dasar maggot dan daun kari, yang diberi nama MaKaFeed, dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Gampong Kuta Ateuh, Sabang. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Tim pengabdi yang diketuai oleh drh. Lailia Dwi Kusuma Wardhani, menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Dr. drh. Sri Wahyuni, dan Dr. drh. Hamny. Keduanya memaparkan manfaat maggot dan daun kari sebagai bahan pakan alternatif yang tidak hanya kaya nutrisi tetapi juga ramah lingkungan serta mudah diaplikasikan oleh peternak skala kecil.

"Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung pembuatan pakan berbasis maggot dan daun kari. Demonstrasi ini dilakukan oleh delapan mahasiswa KKN Tematik Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) USK. Melalui praktik tersebut, peserta yang terdiri dari 15 peternak, 1 dokter hewan, dan 5 aparatur desa, tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses pembuatan MaKaFeed," kata drh. Lailia, Senin (6/10/2025).

Tambahnya, Kehadiran dua dosen asli Sabang, Fachrizal Ambia, dan Muhammad Resthu, turut memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat lokal. Mereka aktif mendampingi peserta dan memberikan arahan teknis dalam penerapan inovasi pakan tersebut di lapangan.

Program ini merupakan bagian dari Hibah PTNBH USK dengan skema PKM-BGB (Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan). Melalui kegiatan ini, USK berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berbasis penelitian yang dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat gampong.

Pada akhir kegiatan, para peternak menerima produk uji coba MaKaFeed untuk diberikan langsung kepada ternak mereka. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penerapan nyata teknologi pakan lokal yang efisien, bergizi, dan ramah lingkungan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima ilmu, tetapi juga langsung merasakan manfaat dari inovasi yang kami kembangkan,” tutur drh. Lailia

Dengan hadirnya MaKaFeed, masyarakat Gampong Kuta Ateuh kini memiliki peluang baru dalam meningkatkan produktivitas ternak, menekan biaya pakan, dan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Inovasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi gampong.

Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari Keuchik Gampong setempat. Pihaknya berharap, inovasi yang diperkenalkan oleh tim dosen USK dapat menjadi solusi nyata bagi peternak di desanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....