BPKS Dukung Kampung Inggris sebagai Wisata Baru Sabang
- 09 Jul 2025 22:42 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Manajemen Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) menerima kunjungan mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Pengabdian Mahasiswa (KPM), di Kantor Pusat BPKS Kuta Bawah Barat, Rabu (9/7/2025). Kelompok mahasiswa yang berjumlah 14 orang tersebut merupakan perwakilan dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yaitu: UIN Ar-Raniry Banda Aceh, STAIN Tgk Chik Di Rundeng Meulaboh dan IAIN Mataram.
Rombongan mahasiswa ini diterima oleh Deputi Umum BPKS, Fajran Zain, yang didampingi oleh Direktur Promosi dan Kerjasama Maya Safira. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Karsika dan Fachrul Hiwal juga ikut dalam pertemuan bersama Mahasiswa KPM di Ruang Rapat Utama lantai III tersebut.
KPM tersebut merupakan kegiatan rutin di lingkungan civitas akademika. Hanya saja kegiatan kali ini menjadi berbeda dengan adanya misi khusus yaitu merintis rencana pendirian Gampong Inggreh (Kampung Inggris) di Sabang. Kelompok KPM tersebut ditempatkan di Gampong Balohan, Gampong Iboih dan Gampong Kuta Ateuh. Ketiga kelompok ini akan menjalankan misi khusus menjadi pionir yang akan meletakkan pondasi bagi hadirnya Gampong Inggris di Sabang.
Dalam sambutannya, Deputi Umum BPKS Fajran Zain menyatakan sangat mendukung ide ini. BPKS juga sudah terlibat dalam narasi kampung Inggris sejak pendiskusian dalam bulan-bulan awal tahun 2025.
“Kami sangat mendukung ide ini, dan kami juga sudah ikut dalam pendiskusiannya jauh-jauh hari dalam tahun ini. Ada extra nuansa bagi Sabang sebagai pilihan destinasi wisata baru yang tentunya akan menggerakkan roda ekonomi,” tegas Fajran.
Ia menambahkan, pemilihan Sabang sebagai gampong Inggris juga bukan tanpa alasan khusus. Program ini bisa menjadi stimulus bagi bangkitnya perekonomian.
“Sabang ini terekspose dengan baik kepada dunia luar, disini bisa dengan mudah kita temukan para expatriate yang akan menjadi mitra bicara dan dengan sendirinya akan memudahkan pencapaian target terbangunnya gampong yang bernuansa global,” jelasnya.
Rombongan mahasiswa KPM ini akan berada di Sabang selama 45 hari. Setelah kegiatan ini selesai maka akan dikirimkan rombongan lain untuk melanjutkan misi yang sama.
Target awal kegiatan ini adalah membangun lingkungan yang kondusif bagi lahirnya budaya tutur yang multi-bahasa. Salah satu pendekatannya adalah membina para pengusaha dan pelaku UMKM agar familiar dengan bahasa Inggris dan selanjutnya bisa berinteraksi dengan para tamu dalam bahasa asing tersebut.
Secara sederhana ide gampong Inggris diharapkan bisa menjadi alasan lain bagi warga indonesia untuk mengunjungi, belajar, tinggal dan bekerja di Sabang, dan Sabang pun memiliki icon baru dalam tajuk kunjungan publik nasional dan internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....