Hafalan Juz 30 Jadi Prioritas Sekolah di Jaboi
- 31 Mei 2025 11:53 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Jaboi prioritaskan program pendidikan berbasis hafalan Al-Qur’an Juz 30, sebagai upaya penguatan karakter siswa di tengah tantangan perkembangan zaman. Program ini diwacanakan menjadi strategi jangka panjang dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara keagamaan.
Kepala SMP Negeri 8 Jaboi, Dewi Murni, melalui Inisiator program Muhammad Ichsan kepada RRI menerangkan, program ini bertujuan agar seluruh siswa dapat menghafal Juz 30 dengan sempurna saat lulus jenjang pendidikan SMP. Selama tiga tahun masa pendidikan, siswa akan mengikuti pembelajaran tahfiz secara rutin, dengan metode yang terstruktur. Setiap Jumat pagi, proses menghafal dilakukan secara tatap muka dan diikuti dengan penyetoran hafalan secara bergiliran dan terjadwal.
"Selain itu, pembiasaan membaca Al-Qur’an juga ditanamkan dalam rutinitas harian sekolah. Kami ingin siswa kami tumbuh dengan fondasi keagamaan yang kuat, agar siap menghadapi dinamika kehidupan modern,” ucap Muhammad Ichsan, Jumat (30/5/2025).
Latar belakang lahirnya program ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap penurunan nilai religius dan sosial di kalangan pelajar akibat pengaruh era digital. Permintaan dari orang tua siswa untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan anak-anak mereka turut memperkuat dorongan internal sekolah dalam merancang program ini.
"Untuk menunjang keberhasilan program, SMP Negeri 8 Jaboi mengandalkan tenaga pendidik yang mumpuni. Saat ini, sekolah memiliki empat guru agama, terdiri dari satu PNS dan tiga guru bakti. Ditambah lagi, ada tiga guru bergelar S2 dan seluruh guru PNS telah bersertifikasi pendidik, memastikan kesiapan dari sisi sumber daya manusia," kata Muhammad Ichsan.
Pelaksanaan program turut melibatkan berbagai elemen sekolah. Selain kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama, pelibatan Waka Kurikulum, guru agama, wali kelas, hingga OSIS memperkuat kolaborasi internal. Sekolah juga menjalin kemitraan dengan Balai Pengajian dan Lembaga Dayah untuk memperkaya proses pembinaan tahfiz.
Evaluasi program dilakukan secara berkala melalui monitoring, refleksi bersama, dan umpan balik dari siswa serta mitra komunitas. Dengan pendekatan evaluatif yang menyeluruh, pihak sekolah berharap program ini dapat menjadi pondasi dalam membentuk peserta didik yang religius, berintegritas, dan siap menghadapi perubahan zaman secara positif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....