Mahasiswa Sabang Lulus Kuliah Tanpa Skripsi, Kok Bisa?

  • 01 Mei 2025 05:29 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Di tengah tuntutan akademik yang umumnya mengharuskan skripsi sebagai syarat kelulusan, Herman, yang merupakan pemuda sekaligus mahasiswa asal Sabang, justru melejit dengan cara berbeda.

Ia menjadi lulusan pertama di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang menyelesaikan studi lewat publikasi jurnal terakreditasi nasional yakni jurnal Sinta 3.

Artikel berjudul “Strategy for Selecting Digital Media as a Means of Marketing Communication in Sabang City Tourism”, Pemuda asal Sabang kelahiran 20 Desember 2003 ini berhasil membedah potensi media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana pemasaran wisata Kota Sabang. Hasilnya, artikel ilmiah mantan Duta Wisata Sabang tahun 2022 ini, diterbitkan dalam Buletin Poltanesa dan dipresentasikan dalam sidang akhir.

"Sebagai Duta Wisata, saya merasa bertanggung jawab memperkenalkan Sabang dengan pendekatan yang relevan di era digital ini. Menulis tentang strategi media sosial untuk pariwisata Sabang adalah cara saya berkontribusi, baik untuk dunia akademik maupun untuk daerah Sabang," sebut Herman, Kamis (1/5/2025).

Tak hanya lulus, Herman juga membuka jalan baru dalam tradisi akademik. Dirinya membuktikan ilmu pengetahuan bisa melejit lewat publikasi, bukan hanya dengan skripsi. Ia memilih jalur publikasi ilmiah sebagai pengganti skripsi merujuk pada kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemeristek), yang memberikan opsi kelulusan melalui publikasi jurnal ilmiah.

“Menulis skripsi itu mulia, tetapi saya ingin memberikan kontribusi yang bisa dibaca dan dirujuk oleh masyarakat akademik lebih luas, baik nasional maupun internasional,” tambahnya.

Kota Sabang menjadi objek riset Herman, berhasil membuktikan, ilmu komunikasi tak hanya hidup di ruang teori, ia mengupas cara generasi muda saat ini mengakses informasi pariwisata.

Dalam penelitiannya, Herman menilai bagaimana strategi komunikasi digital dapat berpengaruh terhadap sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.

“Media sosial seperti Instagram dan TikTok bukan sekadar hiburan, tetapi kini telah menjadi saluran utama komunikasi pemasaran. Jika digunakan dengan strategi yang tepat, keduanya dapat menjadi ujung tombak kebangkitan pariwisata lokal” sambungnya.

Ketua Prodi KPI, Syahril Furqany, menyatakan Herman membuka jalan bagi mahasiswa lain yang serius menekuni riset ilmiah. “Herman telah membuktikan bahwa mahasiswa kita memiliki kapasitas untuk melangkah lebih jauh. Jalur publikasi ini sangat relevan, terutama bagi yang memiliki minat dalam dunia akademik,” katanya.

Senada dengan itu, Dosen pembimbing Herman, Dr. Ade Irma menyebut, ini sebagai tonggak munculnya tradisi ilmiah baru di lingkungan FDK.

“Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang menjadikan riset bukan sebagai beban, tapi sebagai panggilan untuk memberi dampak,” tuturnya.

Di luar aktivitas akademik, Herman dikenal sebagai sosok aktif di berbagai bidang. Ia merupakan pendiri komunitas sosial Pilar Generasi Emas Indonesia (@paras.idn), dan pernah menyandang predikat Favorite Gender Champion UIN Ar-Raniry pada tahun 2022.

Menatap ke depan, Herman menyatakan akan terus berkarya setelah sarjana. Ia berencana melanjutkan studi ke jenjang magister sembari aktif di bidang pendidikan, sosial, dan digital.

Usai kelulusan, Herman berencana melanjutkan studi ke jenjang magister dan tetap aktif di dunia pendidikan, sosial dan digital .

“Bagi saya, ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Saya ingin terus belajar, terus menulis, dan terus berdampak,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....