Inovasi Darwin, Olah Kotoran Kambing jadi Pupuk Organik
- 21 Feb 2025 12:29 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Darwin, petani Gampong Cot Damar, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, berhasil mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat untuk pertanian. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, ia melakukan inovasi pengolahan kohe dalam 2 bulan terakhir.
Menurutnya, selama ini kohe kambing tidak dimanfaatkan dengan baik untuk pengolahan pupuk organik. Ia mencoba penggunaan kotoran kambing dari peternakannya dan pemberian dari peternak kambing lainnya untuk diolah menjadi lebih bermanfaat.
“Limbah dari kotoran kambing lebih banyak mengandung kalium, lebih baik untuk pembuahan pada tanaman. Jadi saya mencoba membuat inovasi, karena melihat selama ini kohe kambing gak dimanfaatkan dengan baik oleh petani,” ungkapnya.
Tak perlu modal besar, Darwin membuat mesin untuk penggilingan kohe kambing. “Saya punya mesin gerejok yang gak terpakai, dinamunya saya pakai untuk mesin penggilingan kohe. Saya hanya beli mata pisau dan komponen lain dengan harga sekitar Rp 50rb. Saya buat bangku dan ember bekas untuk mengisi dan penggilingan kohe.”
Proses penolahan kohe menjadi pupuk organik juga tidak sulit. Darwin mengatakan, kohe terlebih dahulu digiling menggunakan mesin, lalu kohe yang sudah hancur dicampurkan dengan komposer, yang berguna untuk menetralkan bakteri atau jamur pada kotoran hewan.
“Setelah dicampur dengan komposer EM4, lalu kohe masuk dalam proses fermentasi selama 20 hari. Baru kemudiah kohe menjadi pupuk organik dan siap diaplikasi pada tanaman,” ujarnya.
Inovasi pengolahan kohe menjadi pupuk organik ini di apresiasi cukup baik oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang. Kadistanpangan melalui plt. Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Widya, SP, M.Si, mendukung inovasi petani dalam pemanfaatan koge agar lebih bermanfaat.
“Inovasi kohe kambing ini, baru pertama dilakukan oleh petani di Sabang. Kami mendukung kegiatan seperti ini dan petani meminta bantuan komposer EM4. Bentuk dukungan Distanpangan Kota Sabang, akan memberikan decomposer tersebut, semoga dapat diaplikasikan,” kata Widya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat dilakukan juga oleh petani lainnya di Kota Sabang, untuk pemanfaatan kohe menjadi inovasi yang bermanfaat. Semakin banyak pupuk organik diberikan semakin meningkat kesuburan tanah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....