Guru MIN Sabang Ukir Prestasi dalam Syair-Pantun
- 18 Feb 2025 23:16 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Kreativitas seorang guru tidak hanya dapat diaplikasikan pada ilmu dan mata pelajaran yang diampunya, namun kreativitas dan hobi yang dimiliki juga bisa dibagikan kepada anak didik dan orang-orang disekitarnya.
Nadiah, salah seorang guru pada Mandrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sabang, menyukai kreativitas dalam menulis dari sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Tahun 2023, ia mencoba menulis “Syair Kota Sabang”, lalu dikirim ke Perkumpulan Rumah Seni Ansur (PERRUAS).
Tak disangka, ternyata ratusan koleksi syair yang terkumpul dari peserta seluruh ASEAN (perwakilan dari Indonesia, Malaysia dan Thailand), syairnya lolos seleksi dan ikut dalam Festival Syair yang diselenggarakan oleh PERRUAS pada akhir tahun 2023. Syair Kota Sabang milik Nadiah masuk dalam buku Antologi Syair Dunia, bertajuk “Syair untuk Negeri” dan memperoleh Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Ternyata tidak hanya sampai disitu saja, Nadiah semakin giat dalam karya tulisnya. “Walaupun usia saya gak muda lagi, sekarang sudah masuk usia ke 50 tahun, saya semakin bersemangat dalam menulis syair dan mencoba mengajak teman-teman saya, Guru di MIN Sabang dan guru dari sekolah lain untuk ikut menulis. Budaya menulis dan membaca (literasi) ini juga saya coba aplikasikan pada anak didik saya,” ungkapnya, Rabu (19/2/2025).
Tahun 2024, kata Nadiah, ada 6 orang guru dan 5 orang siswa dari MIN Sabang, yang berhasil menulis dan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh PERRUAS, dan karya tulis yang diseleksi adalah Pantun. Kali ini, Nadiah menulis sebuah pantun bertajuk “Ilmu Cahaya Hati”.
“Pantun ini berisi tentang cerminan jiwa dan pelita hati yang dapat membantu manusia memahami dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Ilmu juga dapat menerangi hati dan menjadi bagian dari jiwa dan perilaku seseorang,” tuturnya.

"Syair Kota Sabang" karya Nadiah yang dimuat dalam Buku Antologi Syair Dunia, bertajuk “Syair untuk Negeri” yang merupakan kumpulan karya ratusan koleksi syair yang terkumpul dari peserta seluruh ASEAN (perwakilan dari Indonesia, Malaysia dan Thailand).
Untuk kedua kalinya, hasil karya Nadiah bersama beberapa orang guru dari Kota Sabang kembali meraih rekor MURI. Kali ini hasil karyanya dikumpulkan dalam buku “Antologi Pantun Karmina” bersama ratusan pantun lainnya dari penyair berbagai negara ASEAN. Prestasi gemilang ini diraih setelah mengikuti rangkaian kegiatan Festival Pantun Nusantara 2024 yang digelar di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Desember lalu.
Nadiah berkomitmen, tahun ini ia akan kembali menorehkan prestasi pada tingkat internasional dalam kreativitas menulisnya. “Saya akan mengajak lebih banyak orang, untuk ikut dalam ajang bergengsi ini. Tahun ini PERRUAS akan membuat seleksi penulisan puisi, direncanakan acaranya akan berlangsung di Johor, Malaysia pada penghujung tahun ini.”
Ia menyebutkan, prestasi gemilang yang diperolehnya masuk dalam catatan MURI sebagai guru yang berhasil meraih penghargaan dalam dunia sastra Internasional. Nadiah berharap, ia dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, untuk mencintai budaya bangsa dengan memperkenalkannya ke mata dunia.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan dukungan dari pihak sekolah. Saya berterima kasih kepada semua yang telah mendukung dan memotivasi saya dalam mengejar impian ini. Saya sangat bersyukur dan terharu dapat menjadi bagian dari Antologi Syair Internasional. Kehadiran karya-karya kita di tingkat dunia memberikan pengakuan tentang keberagaman budaya dan kekayaan bahasa di Indonesia," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....