Budidaya Padi Gogo: Alternatif Pertanian di Lahan Kering
- 17 Feb 2025 23:29 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Padi gogo (upland rice) merupakan jenis padi yang ditanam diladang atau lahan yang kering, berbeda dengan padi yang ditanam di sawah yang membutuhkan air yang banyak. Ada beberapa jenis varietas padi gogo unggul yang dapat dibudidayakan dilahan kering seperti berbagai jenis Inpago dan Situbagendit yang tahan terhadap hama dan kekeringan.
Menurut Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Hendri Supriyetno ada dua tipe dalam membudidayakan padi gogo.
"Yang pertama dengan tehnik TOT (tanpa olah tanah) dimana tanah dibajak dan hanya dibersihkan dari kotoran. Dan yang kedua dengan tehnik tunggal dengan membuat lubang tanam dan taburkan bibit,"katanya saat ditemui RRI Sabtu (15/2/2025).
Waktu tanam padi gogo yang tepat pada awal musim hujan dengan cara tanam langsung dan tanam benih langsung pada lubang tanam dengan jarak tanam yang ideal sekitar 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 30 cm.
Di Kota Sabang untuk budidaya padi gogo tergolong sangat subur, dengan ph atau zat keasaman tanah yang cocok di tanami berbagai tanaman ladang termasuk padi gogo, dalam pemberian pupuk yang diberikan kepada tanaman mulai dari 15-35 hari dari penanaman, yang cukup diberikan pupuk kandang atau organik.
“Kebetulan tanah di Sabang sudah di cek tingkat ph atau zat keasamannya sangat subur dan cocok untuk penanaman padi gogo.Ini adalah tanah baru, yang belum ditanami oleh tumbuhan ladang apapun, jadi tidak memerlukan pupuk yang lain, hanya menggunakan pupuk organik saja."
"Apakah tanah yang sudah subur bisa diberikan pupuk ? Jawabannya bisa akan tetapi jangan terlalu berlebihan karena tanaman jika lahan terlalu subur atau overdosis pupuk akan menyebabkan tanaman mudah rebah,” ujar Hendri.
Ia juga menjelaskan bahwa penanaman padi gogo diajurkan pada petani ditanam pada musim penghujan dikarenakan tanaman padi gogo ini memerlukan air yang cukup untuk masa pertumbuhannya, dimana masa pengisian bulir adalah masa generatif.
Dari bibit spesialis padi gogo ada empat dari lima jenis bibit padi gogo yang ditanam di Kota Sabang, hampir sama masa panennya dari 112-115 hari, adapun jenis padi gogonya beragam seperti Infago 12 agritan, Infago 13, IPB 9 Garuda, Sibagendit dan Sigambiri Merah yang masa panennya sekitar lima bulan atau 150 hari, dengan produktivitas sampai 4-5 ton.
Kendala yang dihadapi bagi petani atau penyuluh tanaman padi gogo adalah hujan dan hama penyakit, jika ada gejala tanaman padi yang sudah terserang penyakit baik disebabkan oleh jamur atau bakteri untuk segera diatasi dengan obat anti hama penyakit.
“Yang sangat khawatir jika ada penyakit tanaman padi gogo diserang penyakit selalu mengecek dan berkoordinasi dengan pihak khusus dari balai proteksi tanaman, jika tanaman padi gogo teserang seperti penyakit blas dan kresek, maka dikhawatirkan bulir-bulir padi akan kosong dan produksi padi pun akan berkurang,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....