Syamsul Qamar: Ter’uji, Aman dan Efektif Menggunakan Kompor Oli Bekas

  • 05 Feb 2025 14:02 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang - Dilema Pengusaha Warung Kopi, Antara Gas Elpiji Mahal dan Oli Bekas Alternatif. Harga bahan bakar gas elpiji yang terus melonjak dan ketersediaannya yang semakin langka menjadi masalah pelik bagi para pengusaha warung kopi. Biaya operasional yang membengkak membuat mereka harus mencari cara agar usahanya terus tetap berjalan. Salah satu alternatif yang kini banyak dilirik oleh parah pengusaha warung kopi adalah penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar.

Selain mengurangi biaya produksi, untuk penggunaan oli bekas yang murah sangat efektif dan aman digunakan, bandingkan saja harga gas elpiji ukuran 12kg yang berkisar Rp.194.000-Rp.200.000 dan harga oli bekas / Liternya berkisar Rp.2000 – Rp.3000 an tentu sangat membantu bagi para pelaku usaha warung kopi di sabang.

Syamsul Qamar (54) biasa disapa bang sun, ia adalah pemilik bengkel Las Simpati di gampong kuta bawa barat kebun merica sabang, saat di temui Tim Siaran LPP RRI Banda Aceh / Sp Sabang, Rabu (5/02/2025) menceritakan awal ia membuat kompor dengan bahan bakar Oli bekas sejak tahun 2010. Berawal dari seorang temannya yang mencoba memberikan ide tersebut untuk pengolahan Emas di daerah Calang Aceh barat, tetapi usaha pembuatan kompor itu gagal, “ucapnya.

Namun berkat teknik dan ujicoba yang dilakukan oleh bang sun, pembuatan kompor dengan bahan bakar oli bekas berhasil dengan api yang menyala sempurna. Dalam hal ini bang sun yang sehari-harinya bekerja sebagai jasa pembuatan pagar dan garasi ini, mencoba memproduksi kompor berbahan bakar oli bekas dengan tujun untuk dipasarkan, “tuturnya.

Menurutnya penggunaan kompor oli bekas produksi milikinya ini, sangat efektif dan sudah ter’uji aman, setelah ia meminta pendapat dari para konsumennya yang memakai kompor produksi milikinya yaitu pemilik Warkop Play ground kupi, “Pungkasnya. Dari segi teknis dalam pengerjaan yang sangat menyulitkan baginya ialah dalam pembuatan mata nozzle, yaitu melalui proses pengeboran yang memakai nata bor ukuran 2 inchi, dan dengan posisi yang menyerong ke atas dengan tujuan agar semburan angin dari blower naik ke atas bersama api.

Bang Sun menambahkan, kompor produksi miliknya untuk saat ini sudah menjangkau sampai ke luar pulau sumatara dan jawa, dan beberapa warung kopi di sabang, dengan harga yang bandrol berkisar Rp.350.000 – Rp.650.000 tergantung ukuran serta sudah Siap pakai. Dan ia berharap kepada pemko sabang dan pada dinas terkait untuk membantu dalam segi pemasaran serta memperkenalkan produknya dengan tujuan sebagai upaya mengurangi biaya produksi bagi pelaku usaha warung kopi dan usaha rumahan seperti Catering dan usaha lain, tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....