Magnet Investasi di Aceh Lewat Sektor Pariwisata Syariah

  • 14 Jun 2025 22:39 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Aceh, dengan julukan Serambi Mekkah, memiliki keunikan tersendiri. Penerapan syariat islam, keindahan alam, aneka situs sejarah, menempatkan aceh pada posisi strategis untuk mengembangkan pariwisata berbasis syariah.

Mirza Rizqan, SE., selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata Aceh (BPPA) mengatakan bahwa pariwisata dan ekonomi syariah merupakan kolaborasi yang strategis dengan perkembangan masyarakat muslim di dunia. “Dengan berkembangnya masyarakat muslim di dunia, ini menjadi menarik.Terlebih saat ini, sebanyak 70 % wisatawan yang berkunjung ke Aceh berasal dari Malaysia dengan berbagai destinasi tujuan wisata, seperti wisata alama, wisata religi, wisata sejarah, wisata agro dan lainnya,” ujarnya dalam dialog dengan topik Pariwisata dan Ekonomi Syariah: Kolaborasi Strategis dalam Menarik Investor di Pro 1 Banda Aceh, Jumat (13/6/2025).

“Mereka menganggap kita sama kulturnya dengan mereka (Malaysia). Namun, bukan terbatas ke Malaysia, kita akan terus mempromosikan destinasi wisata Aceh ke wisatawan yang lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika potensi besar pariwisata syariah Aceh ini tentu akan menarik bagi berbagai jenis investor, terutama yang memiliki visi jangka panjang dan keselarasan nilai. “Sejalan dengan perkembangan pariwisata ini, banyak investor yang bisa kita ajak untuk berinvestasi di Aceh, diantaranya investor di bidang perhotelan, karena ramainya wisatawan pastinya dibarengi oleh kebutuhan penginapan yang memadai,” katanya.

Kemudian akomodasi dan restoran, hal ini diyakini merupakan sebuah peluang yang dapat berkembang. Selain itu, kemajuan pariwisata juga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf). Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, demand terhadap buah tangan khas Aceh juga akan meningkat.

Namun, ia juga mengatakan salah satu tantangan dalam membangun pariwisata ini adalah kebersihan tempat ibadah di area wisata. “Kebersihan ini menjadi kendala yang sangat utama, ini menjadi sebuah dilema. Dibutuhkan kesadaran dari masyarakat, serta perhatian khusus dari pihak pengelola, dengan cara rutin membersihkan toilet dan tempat ibadah di area wisatanya,” imbuhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....