Wali Kota Sabang Minta Wisuda STIS Al-Aziziyah Terus Berinovasi!

  • 17 Sep 2026 08:46 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan III Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah Sabang, yang dirangkaikan dengan peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang. Sebanyak 54 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam, Rabu 16 September 2026.

Berdasarkan laporan akademik panitia, seluruh tahapan evaluasi tugas akhir atau skripsi serta verifikasi kelengkapan administrasi akademik telah diselesaikan sebelum penetapan kelulusan. Dari 54 lulusan tersebut, sebanyak 37 orang berasal dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan 17 orang dari Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Dari sisi capaian akademik, sebanyak 16 mahasiswa meraih predikat cumlaude, 24 orang memperoleh predikat istimewa, dan 14 orang meraih predikat baik sekali. Capaian tersebut menjadi bagian dari hasil proses pendidikan yang telah ditempuh para mahasiswa di STIS Al-Aziziyah Sabang.

Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia juga menyambut baik peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang yang dinilai turut memperluas akses pendidikan bagi generasi muda sekaligus memperkuat pembinaan ilmu dan agama di Kota Sabang.

“Adik-adik jangan pernah berhenti belajar. Teruslah berinovasi dan manfaatkan peluang yang ada di Sabang. Yang paling penting, jangan lupa doa orang tua dan guru, karena keberhasilan kita tidak terlepas dari doa dan bakti kepada mereka,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Abu Mudi mengatakan pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mencetak sarjana, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk membangun manusia yang berilmu, beriman, dan berakhlak. Menurutnya, wisuda merupakan awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Wisuda bukan akhir dari belajar, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah sarjana yang bermanfaat, berintegritas, memiliki kompetensi, dan tetap beriman serta beradab,” ujar Abu Mudi.

Abu Mudi menilai keberadaan STIS Al-Aziziyah bersama Dayah Raudhatul Muna memiliki peran dalam memperkuat pendidikan Islam di Sabang. Ia berharap perguruan tinggi dan dayah dapat berkembang bersama, dengan STIS memperkuat kemampuan akademik, sementara dayah membentuk ilmu agama, adab, dan karakter generasi muda.

Ia juga mengajak pemerintah, ulama, akademisi, masyarakat, dan alumni untuk bersama-sama mendukung pengembangan STIS Al-Aziziyah agar terus memberikan kontribusi bagi Sabang, Aceh, dan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....