Cabdin Pendidikan Sabang Dorong Guru Mandiri Susun Soal TKA
- 17 Agt 2026 08:13 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Sabang mendorong guru di Kota Sabang memiliki kemampuan menyusun soal Tes Kemampuan Akademik atau TKA secara mandiri, dengan menyesuaikan kompetensi dan karakteristik peserta didik.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pemantapan Pembelajaran Tes Kemampuan Akademik yang diikuti para guru di Aula SMA 1 Sabang, 14 hingga 15 Agustus 2026.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Sabang, Dr. Mohd Iqbal, mengatakan kemampuan guru dalam menyusun soal perlu terus diperkuat. Guru diharapkan tidak hanya memahami pola soal TKA tetapi juga mampu menghasilkan soal yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan akademik rata-rata siswa di Sabang. Menurutnya, kemampuan tersebut perlu dibangun melalui kerja sama dan berbagi pengetahuan antarsatuan pendidikan di Sabang.
“Yang kita harapkan, kita mampu membuat soal TKA sesuai kompetensi anak-anak di Sabang. Kita tidak perlu mengedit soal dari orang lain, tetapi mampu menghasilkan model soal sendiri,” ujar Mohd Iqbal.
Iqbal berharap dari proses tersebut dapat lahir model soal TKA yang menjadi rujukan bagi satuan pendidikan di Sabang. Model soal itu nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat, tetapi dapat terus dikembangkan sesuai perkembangan kemampuan peserta didik.
Ia menilai kemandirian guru menjadi semakin penting bagi daerah kepulauan seperti Sabang. Keterbatasan geografis yang terkadang menyulitkan menghadirkan narasumber atau tenaga pendidikan dari luar daerah, menurutnya, harus dijawab dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang ada di Sabang.
“Dulu dianggap harus membawa guru yang berkualitas ke Sabang. Ternyata sekarang tidak. Dari Sabang sendiri bisa lahir guru yang berkualitas,” katanya.
Karena itu, Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Sabang akan mendorong guru yang memiliki kompetensi dan motivasi untuk membagikan pengetahuan kepada guru lainnya. Hasil pelatihan juga diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi diteruskan melalui berbagi praktik pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Selain penyusunan soal, guru didorong menghasilkan bahan ajar yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan siswa. Penguatan tersebut diharapkan membuat proses pembelajaran semakin relevan dengan karakteristik peserta didik di Sabang.
Iqbal mengatakan peningkatan kapasitas guru harus dilakukan secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghadapi TKA, tetapi juga penguatan literasi, kemampuan memecahkan persoalan pembelajaran, serta peningkatan kualitas proses belajar mengajar secara keseluruhan.
Menurutnya, kualitas guru dan pembelajaran pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap sekolah di Sabang.
Ia berharap semakin banyak orang tua mempercayakan pendidikan anaknya kepada satuan pendidikan yang ada di Kota Sabang, sehingga siswa tidak harus mencari sekolah ke luar daerah untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Target saya ke depan, tidak akan banyak lagi orang Sabang yang menghantarkan anaknya untuk sekolah di luar Sabang. Percayakan anak Anda kepada sekolah dan guru-guru di Sabang,” ujarnya.
Pelatihan pemantapan pembelajaran TKA tersebut menjadi salah satu upaya Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Sabang memperkuat kapasitas guru sekaligus membangun kemandirian satuan pendidikan. Dengan kemampuan guru yang semakin kuat, Sabang diharapkan mampu menghasilkan model pembelajaran dan soal yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....