Suradji: PAUD Jadi Benteng Karakter di tengah Digitalisasi
- 01 Mei 2026 19:12 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Wakil Wali Kota Sabang, Drs. Suradji Junus, mengingatkan pentingnya reposisi peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tengah laju digitalisasi yang kian memengaruhi pola tumbuh kembang anak. Dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I HIMPAUDI Aceh di Sabang, ia menegaskan bahwa guru PAUD kini memikul tanggung jawab lebih besar dari sekadar mengajar, yakni menjaga fondasi karakter, moral, dan nilai kemanusiaan generasi sejak usia paling awal.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, namun dunia pendidikan anak tidak boleh kehilangan substansi. Di tengah realitas ketika gawai mulai mengambil alih banyak ruang interaksi dalam keluarga, kehadiran guru PAUD justru semakin penting sebagai penyeimbang. Guru, menurutnya, harus mampu menjadi fasilitator yang membangun kemampuan komunikasi anak, menanamkan empati, serta membentuk perilaku dan tata nilai yang tidak dapat digantikan teknologi.
Ia menyoroti gejala yang kini semakin terasa dalam kehidupan sosial, ketika sebagian orang tua tanpa sadar menyerahkan ruang bermain, belajar, bahkan komunikasi anak kepada handphone. Situasi ini dinilai bukan sekadar perubahan pola asuh, tetapi dapat berimplikasi langsung pada pembentukan karakter anak. Karena itu, peran pendidikan usia dini menjadi krusial untuk memastikan anak tetap bertumbuh dalam lingkungan yang kaya interaksi, bahasa yang baik, dan nilai-nilai luhur.
“Anak adalah peniru ulung. Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan akan membentuk dirinya. Fase usia dini merupakan masa paling menentukan dalam pembangunan kepribadian. Dalam konteks itu, guru PAUD merupakan garda depan yang ikut menentukan kualitas generasi masa depan," kata Suradji, Jumat 1 Mei 2026.
Selain tantangan digitalisasi, Suradji juga menyoroti persoalan perlindungan anak yang belakangan menjadi perhatian publik, terutama menyusul munculnya kasus kekerasan fisik oleh oknum pengasuh daycare. Menurutnya, peristiwa semacam itu harus dibaca sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan dan pengasuhan anak, bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengasuhan harus dijaga dengan standar perlindungan yang jelas dan terukur.
Ia menegaskan, daycare maupun lembaga PAUD tidak boleh hanya dipandang sebagai layanan penitipan atau sektor usaha semata. Lebih dari itu, keduanya merupakan bagian strategis dari ekosistem perlindungan anak. Karena itu, ia mendorong adanya pembenahan menyeluruh, mulai dari aspek legalitas lembaga, standarisasi layanan, rekam jejak tenaga pengasuh, kesehatan mental pendidik, hingga pengawasan internal yang berkelanjutan.
"Kami berharap, Rakerwil HIMPAUDI Aceh tidak berhenti pada agenda organisasi, tetapi mampu melahirkan rekomendasi substantif bagi perbaikan mutu pendidikan anak usia dini di Aceh. Tantangan pendidikan saat ini menuntut kepemimpinan HIMPAUDI yang benar-benar transformatif, adaptif, dan responsif terhadap perubahan sosial," kata Suradji.
Wakil Wali Kota juga menekankan, bahwa guru PAUD harus keluar dari stigma lama sebagai “sekadar pengasuh.” Guru PAUD, kata Suradji, adalah profesional pendidikan yang berperan strategis membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, religius, dan berbudaya. Dari ruang-ruang kelas usia dini itulah, masa depan kualitas sumber daya manusia sesungguhnya mulai ditentukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....