Imbas Kapal Pengangkut LPG Tenggelam, Tgk Agam Minta Distributor Dievaluasi
- 11 Jun 2026 00:24 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Tenggelamnya kapal pengangkut LPG yang melayani distribusi gas elpiji ke Kota Sabang memicu komentar dari parlemen. Anggota DPR Aceh asal pemilihan Sabang, Nazaruddin yang akrab disapa Tgk Agam. Ia meminta pihak distributor bertanggung jawab serta pihak terkait dapat mengevaluasi kesiapan armada yang digunakan untuk melayani wilayah kepulauan tersebut.
Politisi Partai Aceh itu menilai gangguan distribusi LPG yang kembali terjadi menunjukkan masih lemahnya perhatian terhadap aspek keselamatan dan keandalan kapal angkut. Pasalnya, persoalan serupa bukan kali pertama terjadi dan telah berulang di bawah distributor yang sama, yakni PT Gas Aneuk Meutuwah.
"Saya sudah berkali-kali mengingatkan agar jangan hanya berorientasi pada keuntungan dari distribusi LPG ke Sabang, tetapi juga memperhatikan kesiapan kapal dan keselamatan operasional. Ini sudah dua kali kejadian dengan armada yang sama. Kalau memang tidak sanggup menjadi distributor, lebih baik mundur. Jangan masyarakat Sabang yang terus menjadi korban," kata Tgk Agam kepada awak media Rabu 10 Juni 2026.
Ketua Komisi VI DPRA itu menegaskan gangguan distribusi LPG di wilayah kepulauan memiliki dampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. LPG 3 kilogram, katanya, merupakan kebutuhan utama yang digunakan rumah tangga maupun pelaku usaha kecil setiap hari.
"Yang terdampak bukan perusahaan, melainkan masyarakat kecil. Pedagang nasi, warung kopi, usaha kuliner rumahan dan pelaku UMKM lainnya sangat bergantung pada pasokan gas. Ketika distribusi terganggu, penghasilan mereka ikut terdampak," ujarnya.
Selain mempengaruhi sektor usaha mikro, Tgk Agam juga mengingatkan terganggunya pasokan LPG berpotensi berdampak terhadap sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang ekonomi Kota Sabang.
"Jangan sampai wisatawan datang ke Sabang lalu menemukan rumah makan tutup atau pelayanannya terganggu karena gas tidak tersedia. Ini menyangkut citra daerah wisata dan ekonomi masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, ia meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta instansi teknis terkait memperketat pengawasan terhadap armada pengangkut barang berisiko tinggi seperti LPG. Menurutnya, setiap kapal yang beroperasi harus dipastikan memenuhi standar keselamatan pelayaran dan memiliki dokumen yang masih berlaku.
"Saya minta Syahbandar ikut memantau secara serius. Layak atau tidak kapal tersebut harus diperiksa secara menyeluruh, termasuk kelengkapan sertifikat dan izin berlayarnya. Karena ini bukan hanya soal distribusi LPG, tetapi juga menyangkut keselamatan pelayaran dan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
Diketahui, Insiden tenggelamnya kapal pengangkut LPG untuk kebutuhan Kota Sabang bukan kali pertama terjadi. Pada 15 September 2017, kapal pengangkut LPG milik PT Gas Aneuk Meugah Sabang dan PT Ratu Mulia Jaya dilaporkan tenggelam di perairan dekat Lampulo, Banda Aceh. Kapal tersebut mengangkut lebih dari seribu tabung LPG yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat Sabang. Dalam peristiwa itu, sejumlah anak buah kapal (ABK) sempat dilaporkan hilang sehingga dilakukan operasi pencarian dan penyelamatan oleh tim SAR.
Sementara itu, pada 6 Juni 2026, kapal pengangkut LPG milik agen PT Gas Aneuk Meugah Sabang kembali mengalami kecelakaan laut dan tenggelam di kawasan Babah Kuala, Banda Aceh. Berdasarkan informasi, kapal tersebut tenggelam akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi saat menjalankan distribusi LPG menuju Kota Sabang.
Dua insiden yang terjadi dalam rentang hampir satu dekade tersebut menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk Anggota DPRA Nazaruddin atau Tgk Agam, yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan armada serta sistem distribusi LPG ke wilayah kepulauan agar tidak kembali mengganggu pasokan energi bagi masyarakat Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....