Minim Anggaran, DPRK Minta Pemko Sabang Jemput Bola Dana APBN untuk RS Lhok Igeuh

  • 24 Mei 2026 07:02 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- Kelanjutan megaproyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Baru Kota Sabang di kawasan Lhok Igeuh dipastikan tidak akan mampu rampung jika hanya mengandalkan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) maupun alokasi Dana Otsus Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan anggota Panitia Khusus (Pansus) Bidang Keuangan, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat DPRK Sabang, Risa Nirmala, dalam rapat paripurna pembahasan LKPJ Wali Kota Sabang Tahun Anggaran 2025. DPRK menilai kemampuan fiskal daerah dan dana otonomi khusus Aceh tidak akan cukup untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit tersebut secara maksimal.

Dalam dokumen pertanggungjawaban APBK 2025, anggaran lanjutan pembangunan fisik RS Lhok Igeuh tercatat sebesar Rp3,9 miliar dengan realisasi mencapai 100 persen. Meski demikian, pansus menilai nilai anggaran tersebut masih terlalu kecil dibandingkan kebutuhan pembangunan yang masih cukup besar.

“Kalau hanya berharap pada kemampuan keuangan daerah dan dana otsus, sepertinya sulit untuk dapat menyelesaikan pembangunan tersebut secara maksimal,” ujar Risa Nirmala Sabtu 23 Mei 2026.

Karena itu, DPRK merekomendasikan Wali Kota Sabang bersama Dinas Kesehatan segera mengajukan proposal ke Kementerian Kesehatan agar pembangunan rumah sakit tersebut dapat memperoleh dukungan pendanaan dari APBN.

“Solusi yang harus dilakukan adalah jemput bola ke pemerintah pusat melalui proposal kelayakan agar proyek ini bisa mendapat dukungan anggaran nasional,” demikian rekomendasi pansus DPRK Sabang.

Legislatif menilai keberadaan rumah sakit baru di Lhok Igeuh sangat penting untuk meningkatkan layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kota Sabang, terutama dalam memperkuat fasilitas pelayanan medis di wilayah kepulauan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....