Evaluasi Haji 2025: Pengetatan Istithaah Kesehatan Jemaah

  • 15 Jul 2025 20:22 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Ibadah haji merupakan perjalanan suci yang ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia. Setiap tahun, ribuan jemaah haji dari Aceh diberangkatkan ke tanah suci. Namun, dibalik kemegahan momen spiritual ini, tersimpan tatangan besar dalam hal pelayanan, Kesehatan, manasik, hingga logistik.

Berbagai dinamika kembali mewarnai pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 ini, mulai dari peningkatan jumlah lansia, hingga akomodasi dan transportasi. Apakah pelayanan makin membaik dan apa saja catatan penting yang perlu diperbaiki ke depan?

Drs. H. Arijal, M.Si selaku Kabid PHU Kanwil Kemenag Aceh mengatakan bahwa secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 sesuai dengan yang diharapkan, namun perlu adanya peningkatan dalam bidang Kesehatan terutama bagi lansia. “Pelayanan tentunya masih harus kita tingkatkan di sana sini, terutama bagi lanjut usia, agar mereka dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Banda Aceh dengan topik Evaluasi Pelaksanaan Ibadah Haji 2025, Kamis (10/7/2025).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa screening terhadap jemaah lanjut usia harus ditingkatkan agar istithaah (mampu atau sanggup melaksanakan ibadah haji).

“Mungkin bisa menjadi catatan kita bahwa screening atau istithaah yang ditetapkan oleh tim kita di Indonesia harus lebih ketat agar jemaah yang berangkat ke tanah suci betul-betul harus dalam keadaan sehat wal afiat,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM selaku Kabid P2P Dinkes Aceh, bahwa perlunya peningkatan screening Kesehatan untuk Haji tahun 2026. “Kedepan, terutama untuk jemaah haji 2026 benar-benar harus selektif kembali. Karena walaupun di 2025 sudah dilakukan pemeriksaan, namun dari keseluruhan Jemaah haji Aceh, masih ada 20 orang yang tidak istithaah karena factor kesehatan,” ucapnya.

Ia berharap koordinasi antara Kemenag, KUA, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan kota agar bersama-sama dalam menentukan standar istithaah jemaah, demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026, karena adanya jemaah yang sakit tidak hanya berdampak kepada dirinya sendiri, namun juga dapat mengganggu ibadah tim karena harus memberikan pelayanan ekstra. Beberapa faktor penyakit yang menyebabkan jemaah tidak istithaah berupa demensia, kolesterol, hipertensi, dan diabetes melitus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....