Cerita Nenek, Ibu dan Cucu Menuju Baitullah
- 04 Mei 2025 03:38 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Rasa haru dan syukur menyelimuti tiga generasi keluarga, nenek, ibu, dan anak, dari Kota Sabang yang akan berangkat menuju baitullah untuk menunaikan ibadah haji bersama pada musim haji tahun 1446 H/2025 M. Mereka adalah Ruhani binti Usman (82), Zubaidah binti Ibrahim (62), dan Rosmida binti Muhammad Nursairin (36).
Apa yang mereka alami bukanlah kebetulan, melainkan buah dari sebuah kesabaran, dan ketetapan takdir Allah SWT. Ketiganya bisa dan mampu berangkat haji bersama berkat program Penggabungan Mahram dan Pelimpahan Nomor Porsi Kementerian Agama Republik Indonesia.
Ke tiga generasi ini menuju Baitullah, pasca perkenalan petugas haji Kloter 07 BTJ kepada jemaah haji Kota Sabang di aula Kankemenag setempat pasa Selasa, (29/04/2025)
Dimulai dari sang Ibu yang bernama Zubaidah, sang ibu yang mendaftarkan haji lebih dulu pada 1 Agustus tahun 2012 silam, Setelah menunggu lebih dari satu dekade, tahun ini ia akhirnya mendapat kesempatan menjadi tamu Allah. Penggabungan Mahram; Jalan untuk sang Nenek Ruhani, adalah ibunda Zubaidah, yang mendaftar haji pada 1 Agustus 2017.
Seharusnya masa tunggunya masih lama. Namun berkat program Penggabungan Mahram, Ruhani bisa ikut berangkat tahun ini karena digabungkan porsi keberangkatannya dengan anak kandungnya, Zubaidah.
Operator Siskohat Kemenag Kota Sabang Indah Ramayanti SPdI menjelaskan kepada RRI Sabang, Minggu (4/05/2025) program ini memungkinkan seorang yang lebih tua atau rentan secara fisik untuk berangkat lebih awal agar tidak tertunda terlalu lama, asalkan memiliki mahram yang sudah lebih dulu terjadwal berangkat, "ungkapnya".
Ia menambahkan, bahwa pengusulan untuk penggabungan mahram bisa dilakukan jika yang bersangkutan sudah mendaftar setidaknya 5 tahun.
"Nenek Ruhani yang telah mendaftar pada tahun 2017 dan itu sudah cukup untuk menjadi syarat penggabungan mahram," jelas Indah.
Pelimpahan nomor porsi, jalan untuk sang anak sementara, Rosmida, ialah putri dari ibu Zubaidah. Ia bisa berangkat haji tahun ini karena Pelimpahan Nomor Porsi dari sang ayah, almarhum Muhammad Nursairin, yang meninggal pada tahun 2024. Dalam pelimpahannya, nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal sebelum berangkat bisa dilimpahkan kepada ahli warisnya.
Dengan pelimpahan porsi dari ayah kandungnya, Rosmida menjadi bagian dari rombongan haji yang sama dengan ibu dan neneknya.
"Maha suci Allah, kami sangat bersyukur bisa bersama dalam satu kloter, ini karunia luar biasa, kami berserah diri pada Allah SWT, mudah-mudahan kami bisa menjalankan ibadah di tanah suci nantinya," ungkap Zubaidah didampingi ibu dan anaknya dengan rasa haru bercampur rasa bahagia.
Ini adalah menjadi sebuah bukti nyata bagaimana regulasi yang tepat bisa menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.
Program Penggabungan Mahram dan Pelimpahan Nomor Porsi menjadi solusi bukan hanya administratif, tapi juga kekeluargaan. Kloter 7 dijadwalkan akan berangkat ke Arab Saudi melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada tanggal 24 Mei 2025 mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....