Waspada! Penipuan Penginapan Marak, Dispar Sabang Angkat Suara

  • 26 Mar 2026 14:04 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Dinas Pariwisata Kota Sabang mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat dan calon wisatawan terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan penginapan di masa liburan. Modus yang digunakan pelaku umumnya melalui akun media sosial yang menawarkan harga kamar jauh di bawah standar, sehingga menarik minat calon pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan baik dari masyarakat maupun pengelola penginapan. Para korban mengaku telah mentransfer sejumlah uang sebagai tanda jadi pemesanan kamar, namun saat tiba di lokasi, pemesanan tersebut tidak pernah tercatat.

"Kasus ini tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Kota Sabang. Pelaku memanfaatkan kelengahan calon wisatawan yang tergiur dengan harga murah tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut. Rata-rata nomor rekening yang dilakukan transfer juga bukan bank syariah Indonesia," terang Harry, Kamis 26 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sebagian besar penipuan terjadi melalui komunikasi pribadi setelah korban melihat iklan atau unggahan di media sosial. Pelaku kemudian mengarahkan korban untuk segera melakukan pembayaran dengan alasan kamar terbatas atau promo akan segera berakhir.

“Untuk itu saya, Harry Susethia, dari Dinas Pariwisata Kota Sabang mengimbau keras kepada calon pengunjung untuk tidak mudah percaya terhadap akun media sosial yang menawarkan harga murah. Perlu kami menekankan pentingnya memastikan keaslian akun sebelum melakukan transaksi," tegasnya.

Lebih lanjut, pihak dinas meminta calon wisatawan agar tidak sembarangan membayar atau mengirimkan uang kepada pihak yang tidak jelas identitasnya. Disarankan untuk melakukan pemesanan melalui akun resmi penginapan, situs terpercaya, atau agen perjalanan yang telah memiliki reputasi baik.

Dinas Pariwisata Kota Sabang juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan serupa. Dengan adanya kewaspadaan bersama, diharapkan praktik penipuan ini dapat ditekan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Sabang tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....