Polisi Dalami Kematian Taruna Poltekpel Malahayati
- 28 Sep 2026 15:40 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Polresta Banda Aceh masih menyelidiki penyebab meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla, 18 tahun, mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh. Mahasiswa Program Diploma III (D-III) Studi Nautika asal Kota Lhokseumawe itu meninggal di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu 27 September 2026 sekitar pukul 16.14 WIB.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan polisi telah melakukan penyelidikan awal dengan mendatangi lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh di Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Penyidik juga mendatangi IGD RSUDZA untuk mengetahui kondisi korban sebelum meninggal dunia.
“Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya mengalami demam dan nyeri tenggorokan, kemudian menjalani perawatan di klinik Poltekpel Malahayati Aceh sebelum dirujuk ke RSUDZA,” kata Dizha Senin 28 September 2026.
Dizha menjelaskan, Rasya pertama kali mendatangi Poliklinik Poltekpel Malahayati Aceh pada Sabtu 26 September 2026 sekitar pukul 16.21 WIB. Saat diperiksa, korban mengeluhkan demam dan nyeri tenggorokan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah korban 131/74 mmHg, denyut nadi 104 kali per menit dan suhu tubuh mencapai 39,7 derajat Celsius. Korban kemudian mendapat penanganan medis berupa pemasangan infus dan pemberian obat minum untuk mengatasi keluhan yang dialaminya.
Pada Minggu pagi sekitar pukul 10.17 WIB, muncul ruam kemerahan pada tubuh korban. Kondisi tersebut kemudian diobservasi oleh pihak medis di Poliklinik Poltekpel Malahayati Aceh.
“Ruam kemerahan tersebut semakin banyak,” ujar Dizha.
Sekitar pukul 12.13 WIB, korban kemudian dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh dengan didampingi tim medis dari klinik Poltekpel Malahayati Aceh. Setibanya di RSUDZA, Rasya langsung mendapatkan penanganan medis.
Sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 16.14 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Polisi kemudian berkoordinasi dengan dokter forensik RSUDZA untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Dizha mengatakan, berdasarkan keterangan dokter forensik RSUDZA, dr. Taufik, dugaan sementara Rasya meninggal dunia karena sakit. Namun demikian, dugaan tersebut masih bersifat sementara karena polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik.
“Berdasarkan keterangan dokter forensik, dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” kata Dizha.
Jenazah Rasya telah menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum dan CT scan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh korban, termasuk melihat kemungkinan adanya memar maupun ruam kemerahan.
Sementara itu, autopsi tidak dilakukan karena pihak keluarga tidak memberikan izin. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab kematian korban.
Hasil visum et repertum diperkirakan keluar dalam waktu sekitar tujuh hari. Sementara hasil CT scan diperkirakan dapat diketahui pada Senin 28 September 2026.
Polresta Banda Aceh juga masih melanjutkan penyelidikan terhadap rangkaian kejadian sebelum Rasya meninggal dunia. Penyidik akan berkoordinasi dengan RSUDZA terkait hasil pemeriksaan forensik dan CT scan jenazah.
Polisi juga akan meminta keterangan dari pihak Poltekpel Malahayati Aceh dan sejumlah saksi yang mengetahui kondisi korban sebelum dirujuk ke rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk melengkapi informasi mengenai kondisi Rasya selama berada di lingkungan kampus.
“Penyelidikan tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia,” ujar Dizha.
Sebelum meninggal dunia, Rasya diketahui tinggal di Asrama Cut Nyak Dhien, kamar C-201, Poltekpel Malahayati Aceh. Ia menempati kamar tersebut bersama lima mahasiswa lainnya, yakni Faizan Wahid Surahman Simanjuntak, Khairul Hartanwi, Dimas Syahputra, Putra Joshua Lubis dan Ghazi Rabbani Hibatullah Prabu.
Setelah menjalani pemeriksaan awal, jenazah Rasya diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke Kota Lhokseumawe dan dimakamkan. Hingga Senin 28 September 2026, penyebab pasti meninggalnya Rasya masih menunggu hasil visum et repertum dan CT scan RSUDZA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....