Seni Mural, Karya Seni dengan Pesan Moral
- 27 Jun 2024 20:22 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Lukisan merupakan salah satu istilah yang kerap kita dengar. Kita juga sering melihat lukisan yang ada di dinding-dinding ataupun trotoar jalan. Kita mengira itu adalah lukisan. Ternyata gambar atau lukisan yang kita lihat dibeberapa tempat itu merupakan sebuah mural. Meskipun terdengar asing bagi Sebagian orang, padahal seni mural ini sering dijumpai.
Dikutip dari laman resmi kemenparekraf.go.id, kata mural berasal dari berasal dari bahasa latin yaitu “murus”, yang berarti dinding. Karena seni mural dikenal sebagai kegiatan melukis di permukaan datar berukuran besar. Meski begitu, mural dan grafiti adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan yang paling mencolok pada pewarnaannya. Graffiti menggunakan cat semprot, sedangkan mural menggunakan kuas cat untuk menggambar. Biasanya, kita bisa menemukan seni mural di tembok jalanan maupun bidang luas lainnya.
Dikutip dari imural.id, secara luas pengertian mural adalah menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau media luas lainnya yang bersifat permanen. Jadi, lukisan atau gambar apapun yang dibuat pada media permanen seperti lantai, meja, langit-langit itu juga termasuk ke dalam mural.
Ternyata mural sudah ada sejak 30.000 Sebelum Masehi (SM). Kala itu, lukisan yang disebut sebagai “mural pertama” di dunia ditemukan di sebuah dinding gua di Chauvet, Perancis. Awal kemunculan seni mural di Indonesia sekitar tahun 90an sebagai media dan bentuk kritik terhadap pemerintahan pada masa itu. Tak hanya untuk menyampaikan kritik, seni mural kerap diciptakan untuk menyuarakan ide, menambah estetika pada ruangan, hingga sebagai media beriklan.
Banyaknya seni-seni mural di berbagai dinding jalanan, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehadiran seniman-seniman mural lokal di Indonesia. Banyak karya seniman mural Indonesia yang terkenal dengan karya-karya unik dan mendunia. Sebut saja salah satu seniman mural Indonesia yang sukses di subsektor seni rupa adalah Darbotz. Seniman mural ini terkenal dengan karya-karyanya yang didominasi warna monokromatik hitam-putih. Berkat karya-karyanya yang unik dan berkarakter, Darbotz kerap diundang untuk mengikuti eksibisi di berbagai negara, seperti: Singapura, Hong Kong, Malaysia, Prancis, Jepang, Filipina, hingga Australia.
Selanjutnya, ada seniman bernama Prayudi Herlambang. Seniman mural yang akrab disapa Herzven ini sudah menciptakan berbagai macam karya yang sudah dikenal mendunia. Bahkan, dirinya pun pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam acara World Wide Walls di Distrik Mina, Doha tahun lalu.
Tak hanya pria, seniman mural Indonesia juga ada yang perempuan. Adalah Hana Madness, seniman mural Indonesia yang turut dikenal sebagai seniman disabilitas mental dan juga seorang aktivis. Berbeda dengan mural lainnya, ciri khas karya Hana Madness ada pada lukisan doodle yang unik. Berkat keunikannya, seniman mural perempuan satu ini pun sudah mencetak berbagai prestasi, salah satunya masuk dalam daftar “11 Inspiring Figures” versi Tatler Sia pada 2020. (Sumber : kemenparekraf.go.id dan imural.id)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....