Olahraga Jadi Gaya Hidup Positif di Kalangan Remaja
- 16 Sep 2026 00:54 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Olahraga mulai menjadi bagian dari gaya hidup positif remaja di Kota Banda Aceh. Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas olahraga dinilai dapat membentuk karakter, kedisiplinan, mental, serta kepercayaan diri generasi muda.
Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dispora Kota Banda Aceh, Teuku Muhammad Hairunis, mengatakan perubahan gaya hidup tersebut terlihat dari meningkatnya minat remaja dalam melakukan berbagai aktivitas olahraga.
“Olahraga bukan hanya sebagai aktivitas fisik bagi anak-anak dan remaja di Kota Banda Aceh, tetapi sudah menjadi lifestyle,” kata Hairunis dalam program IDOLA RRI Banda Aceh, Minggu 13 September 2026.
| Baca juga: Sabang Mulai Kedatangan Para Mancing Mania |
Menurutnya, semakin banyak remaja memanfaatkan ruang publik untuk berolahraga sekaligus mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Sejumlah lokasi, seperti Blang Padang, Stadion Harapan Bangsa, dan Stadion Haji Dimurtala, menjadi tempat yang banyak digunakan anak muda untuk beraktivitas.
Hairunis menyebut olahraga juga dapat menjadi sarana bagi remaja untuk mengelola tekanan dan stres. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika dan berbagai perilaku negatif lainnya.
“Dengan olahraga ini mudah-mudahan remaja terhindar dari narkotika, obat-obatan, dan hal-hal negatif lainnya,” ujarnya.
Selain manfaat kesehatan, olahraga menurut Hairunis juga menjadi wadah untuk membentuk karakter. Melalui latihan dan pertandingan, remaja dapat belajar bekerja sama, memimpin, disiplin, menghargai aturan, serta membangun semangat kompetisi yang sehat.
Sementara itu, atlet anggar Banda Aceh, T. Rajul Raditya Al Khalif, merasakan langsung manfaat olahraga terhadap perkembangan fisik dan mentalnya.
“Yang paling berpengaruh itu kondisi mental, karena kita jauh lebih fokus dan bisa mengatur emosi,” kata Rajul.
Rajul mulai serius menekuni olahraga anggar sejak kelas enam sekolah dasar setelah diperkenalkan oleh ayahnya yang juga merupakan mantan atlet anggar. Sejak itu, ia terus menjalani latihan dan mengikuti berbagai kompetisi hingga tingkat nasional serta berhasil meraih sejumlah prestasi.
Menurut Rajul, menjadi atlet tidak selalu mudah. Kejenuhan, kelelahan, cedera, hingga kekalahan dalam pertandingan menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dijadikan sebagai pengalaman untuk berkembang.
“Jangan ragu untuk mulai dan jangan takut untuk gagal, karena semua atlet hebat juga mulainya dari nol,” ujarnya.
Hairunis mengajak remaja Banda Aceh memilih cabang olahraga sesuai minat dan bakat masing-masing. Menurutnya, konsistensi dalam berlatih menjadi kunci untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang meraih prestasi.
Ia menegaskan, kekalahan dalam pertandingan merupakan bagian dari proses pembentukan mental atlet. Dengan evaluasi dan latihan yang berkelanjutan, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....