Berawal dari Hobi, Bibit Durian Premium kini untuk Komersilkan
- 29 Apr 2026 21:42 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Berawal dari hobi bercocok tanam, seorang warga Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Andi kini mulai mengembangkan usaha pembibitan durian premium yang dikomersilkan kepada masyarakat.
Jenis durian yang dibudidayakan yakni varietas unggulan Musang King dan Duri Hitam atau Oche yang dikenal memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Usaha rumahan tersebut mulai ditekuni Andi sejak tahun 2025. Awalnya, ia hanya tertarik pada dunia tanaman dan mencoba memanfaatkan biji-biji durian yang selama ini terbuang sia-sia setiap musim panen durian tiba.
Dari ketertarikannya itu, Andi mulai melakukan penyemaian biji durian secara mandiri sebelum akhirnya mempelajari teknik okulasi atau sambung pucuk untuk menghasilkan bibit durian premium.
“Setiap musim durian, saya lihat banyak biji terbuang begitu saja. Dari situ saya mulai terpikir untuk menyemai dan mencoba sambung pucuk,” kata Andi saat ditemui di lokasi pembibitannya, Selasa (29/4/2026).
Ia mengaku memanfaatkan ilmu dasar yang dimiliki untuk mengembangkan bibit unggulan tersebut. Setelah batang bawah tumbuh sekitar tiga bulan, ia mulai mencari entres atau pucuk berkualitas untuk disambungkan.
Menurutnya, entres diperoleh dari kebun milik rekannya yang menanam varietas Musang King dan Duri Hitam bersertifikat.
“Kebetulan ada kebun teman saya yang menanam durian varietas Musang King dan Duri Hitam atau Oche yang bersertifikat dari penjual ternama,” ujarnya.
Andi mengatakan, setiap pemilik kebun melakukan pruning atau pemangkasan, dirinya memanfaatkan ranting-ranting tertentu yang dinilai cocok dijadikan entres.
“Saya sambung minimal usia penyemaian tiga bulan dengan tingkat keberhasilan di atas 70 persen,” katanya.
Meski demikian, Andi mengakui proses okulasi atau sambung pucuk bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran agar sambungan dapat berhasil tumbuh sempurna.
“Kadang batangnya bagus, entresnya juga bagus, tapi bisa gagal sambung. Jadi memang gampang-gampang susah,” ujarnya.
Namun demikian, kegagalan tersebut tidak membuat dirinya berhenti. Ia terus mencoba dan memperbaiki teknik sambung pucuk hingga akhirnya berhasil menghasilkan bibit durian premium yang kini mulai diminati masyarakat.
Selain berorientasi pada usaha, Andi mengaku memiliki prinsip sederhana dalam menanam pohon. Menurutnya, menanam merupakan bagian dari ikhtiar manusia untuk menjaga alam.
“Saya punya prinsip, tugas kita tanam. Mengenai hasil itu urusan di atas,” katanya.
Ia juga menilai, kegiatan menanam pohon secara tidak langsung menjadi bentuk kontribusi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menyumbangkan oksigen bagi dunia.
“Dengan menanam pohon, secara tidak langsung kita mengajak orang untuk dapat menyumbangkan oksigen bagi dunia,” ujarnya.
Bibit durian Musang King dan Duri Hitam yang dikembangkan Andi kini mulai dipasarkan dengan harga yang dinilai ekonomis sehingga dapat dijangkau para pecinta tanaman buah di Kota Sabang maupun daerah lainnya.
Usaha kecil yang berawal dari hobi itu kini perlahan berkembang menjadi peluang ekonomi baru berbasis pertanian dan perkebunan di Kota Sabang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....