Replica Maker : Mengisi Waktu di Masa Pensiun dan Karya Terakhir Miliknya
- 06 Feb 2025 17:21 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang - Membuat sebuah replika bukanlah sekadar meniru atau membentuk. Dibutuhkan pemahaman mendalam tentang objek yang akan direplikasi. Mulai dari proses proporsi, material, hingga detail-detail kecil yang seringkali terlewatkan. Seorang pengrajin replika yang handal membutuhkan kombinasi antara keahlian teknis dan bakat seni.
Beberapa keterampilan yang penting di antaranya tentang Pemahaman proporsi dan skala suatu objek dan Mampu memperkecil atau memperbesar suatu objek dengan tepat, tanpa menghilangkan detail pentingnya. menciptakan tampilan akhir yang mirip dengan aslinya, termasuk warna, tekstur, pencahayaan dan efek warna lainnya.
Proses kreatifitas seorang replika artist adalah perpaduan antara seni dan teknik, antara imajinasi dan ketelitian yang fokus. Setiap sentuhan tangan mereka memberikan suasana yang menghidupkan kembali sebuah objek dalam bentuk yang baru, namun tetap setia dan konsisten pada esensi aslinya agar terlihat bagus saat dipajang.
Pada kamis (6/02/2025) Tim Siaran LPP RRI Banda Aceh /Sp Sabang menyambangi kediaman seorang Maker Replica Senior yaitu Bpk. Muhammad Nasir (67) beliau adalah seorang pensiunan instansi kementrian perhubungan Disnav Sabang. Keahlian dalam pembuatan replica kapal ini berawal, saat ia bertugas sebagai penjaga mercusuar di ujung pidie tahun 1993, tanpa sengaja saat itu ia melihat kapal perang milik amerika yang melintas, lalu ia berimaginasi melalui tahap mencari bahan untuk satu objek yaitu kapal, “ungkapny.
Berbahan dasar kayu dedap yang ia dapatkan, dan membentuk body kapal dengan sebilah parang hingga terbentuk body awal dan detail lianya ia kerjakan saat waktu kosongnya setelah ia melakasanakan tugas pokonya sebagai penjaga lampu mercusuar, “tuturnya sambil terseyum mingingat masa beliau masih bekerja. Selian replica kapal perang, karya terakhir yang ia buat yaitu Replica KapaL KN.ANTARES Milik dinas Navigasi sabang.
Muhammad menambahkan, “saya tidak membuat lagi, dikarena faktor usia, mata sudah mulai rabun, dan terahir karya yang saya buat tahun lalu ialah sebagai hadiah dari saya untuk pejabat yang pernah bertugas di sabang saat itu, dan mengirimkan replica tersebut ke Sulawesi, “pungkasnya. Saat ditanyakan waktu durasi pengerjaan untuk 1 replica memakan waktu 1-2 bulan, secara kita harus membuat sedetail mungkin agar terlihat mirip seperti aslinnya, “tutupnnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....