Bermula dari Hobi, Hingga Pengrajin yang Menghasilkan Cuan

  • 08 Jan 2025 19:18 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang – Siapa sangka, hobi yang selama ini dijalankan sebagai kegiatan menyenangkan dalam kehidupan sehari, ternyata mampu dan memiliki potensi menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Banyak orang yang sukses mengubah passion mereka, menjadi bisnis yang menguntungkan. Bagaimana caranya, ternyata triknya ialah terletak pada konsistensi, kreativitas, dan tentunya, niat kemauan untuk belajar. Menganalisa minat didalam diri sendiri adalah salah satu factor yang penting, dan Hobi apa yang paling sering anda lakukan dan apa yang membuatmu bersemangat saat melakukannya.

Indra kydo (30) Seorang Spearo dan sekaligus Maker dalam pengrajin senapan untuk menembak ikan (Speargun) saat ditemui langsung RRI Sp Sabang, Rabu (8/01/2025) di Galery Workshop miliknya yang berada di teras rumahnya. Dalam obrolan singkat, seputaran minat dan potensi hobi berburu ikan atau kegiatan spearfishing, yang menjamur dilaut sabang, tentu dari kalangan para penghoby spearfishing khusunya. Dan Ia menceritakan perjalanan dari hobi yang ia milikinya. Sebelumnya indra yang hanya memiliki kegiatan sehari-hari hanya sekedar turun ke laut menyelam dan menembak ikan untuk mencari lauk dan rezeki tambahan keluarga dirumah, namun hoby itu merubah fikirannya untuk membuat suatu karya dari tangannya sendiri yaitu speargun.

Proses pengerjaan untuk 1 unit speargun membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu jika bahan dan sparepart yang dibutuhkan dalam pembuatan satu unit speargun ready. Dari mulai asesoris seperti trigger (alat picu) shaft (anak panah baja) Rubber, line dynema, dan pernis saat finishing. Berbagai jenis gun, mulai dari Konvensional hingga roller inverter ia kerjakana tergantung pesanan dan permintaan dari para penghobi. Untuk harga yang dibandrol, mulai dari Rp.700.000 – Rp.3000.000 tergantung dari pemintaan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh penghobi spearfisihing. Kesulitan dalam memproduksi speragun ini yaitu untuk pengerjaan mekanik triger yang membutuh 3 hari dan dibutuhkan ujicoba yang berulang-ulang terhadap ketahanan bahan meterial dari triger tersebut agar aman saat digunkan.

Untuk metode pemasaran, dari hasil karyanya ini ia memakai metode online seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan whatshap untuk seputaran sabang sendiri, ada yang langsung ke gallery miliknya yang beralamat di Gampong Krueng Raya, Ujung skundur kecamatan sukakarya sabang. Untuk para peminat tidak hanya dari pulau weh sabang saja, tetapi hasil Produksi miliknya sudah menjangkau hingga diluar sabang, seperti dari Banda aceh, Batam, Bali, mataram, NTT, dan Maluku.

Dengan bermodalkan alat seadanya seperti grinda, bor duduk, alat pemotong kayu, dan lain-lain ia mampu memproduksi hingga saat ini. Sudah berjalan 5 tahun ia jalani profesi sebagai maker dan sekaligus penghobi menembak ikan dilaut. Diakhir obrolan ia berharap ada kepada pemerintah kota sabang, agar peduli dengan nelayan-nelayan pesisir khususnya pada nelayan penembak ikan yang menggantungkan rezekinya dari hasil laut, tambahnya indra juga menyampaikan kebutuhan ia saat ini seperti bantuan Fin, masker dan alat selam yang mendukung profesinya saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....