Mengenal Sejarah Sanggul, Dari Mesir Kuno hingga Nusantara

  • 14 Sep 2024 19:27 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Sanggul atau yang sering disbut juga konde merupakan kumpulan rambut palsu atau asli yang dibentuk bulat atau lonjong dan direkatkan dibelakang kepala sebagai hiasan. Biasanya digunakan oleh perempuan masa dulu dan begitu melekat dalam budaya bangsa.

Dibalik keindahannya sanggul memiliki sejarah penemuannya, dimana pada masa itu para perempuan Mesir kuno punya kebiasaan untuk mencukur rambutya dengan alasan kesehatan, alasan keagamaan, kebersihan. Namun pada perayaan acara tertentu mereka memilih menggunakan rambut palsu yang dihias sedemikian rupa, menjadi sanggul yang indah.

Pada masa itu sanggul tidak hanya terbuat dari rambut manusia saja, melainkan terbuat dari serat daun palma maupun terbuat dari bulu hewan, serta dikombinasikan dengan permata yang indah. Tinggi rendahnya sanggul yang dipakai, berpengaruh pada status para bangsawan, semakin besar ukuran sanggul maka semakin mahal harganya, dan semakin tinggi sanggul yang dipakai maka semakin tinggi status sosial seseorang.

Di Indonesia, sanggul memiliki arti yang mendalam, sanggul juga dikenakan oleh nenek moyang kita sebagai sanggul tradisional. Penggunaan sanggul pada perempuan berdasarkann pada usia dan kepentingan mereka, jika perempuan yang memakai sanggul menandakan bahwa ia telah dewasa.

Bentuk dan ukuran sanggul pun berbeda dan mempunyai arti menurut ukurannya dan hiasannya pun berbeda-beda, dan penggunaannya juga disesuaikan dari daerah masing-masing. Kini sanggul juga dikenakan oleh pengantin yang menggunakan baju adat sesuai daerahnya, serta memakai sanggul juga sangat cocok jika dipadukan dengan kebaya.

Seiring dengan perkembangan zaman, sanggul tampil dengan gaya yang modern, bentuknya yang unik dan cantik serta beentuk minimalis. Sanggul juga dianggap sebagai simbol keanggunan dan kewibawaan.(Sumber: fimela.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....