Karnaval Kemerdekaan di Sabang, Peserta Pawai Sindir Koruptor

  • 21 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- Pesan antikorupsi muncul di tengah kemeriahan pawai karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Sabang, Kamis 20 Agustus 2026. Pesan itu disampaikan sejumlah siswa melalui kostum dan properti yang mereka bawa dalam barisan pawai.

Sejumlah siswa mengenakan jas hitam dan topeng menyerupai tikus. Di antara mereka, seorang peserta membawa koper yang dipenuhi uang mainan dengan tulisan “UANG HASIL KORUPSI” terpampang di bagian depan.

Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian dari barisan peserta pawai yang melintas di hadapan masyarakat. Tanpa perlu menyampaikan pidato, kostum, topeng dan koper berisi uang mainan itu sudah menggambarkan sindiran terhadap praktik korupsi.

Pawai karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Sabang diikuti 49 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Terdiri dari 32 sekolah dasar, 12 sekolah menengah pertama dan lima sekolah menengah atas, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 3.000 pelajar.

Berdasarkan amatan RRI, setiap sekolah menampilkan konsep yang berbeda. Ada yang mengedepankan kostum, kreativitas barisan, hingga membawa pesan sosial melalui berbagai properti yang digunakan selama mengikuti rute pawai.

Barisan siswa yang membawa pesan antikorupsi menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian. Simbol tikus dan uang hasil korupsi yang dibawa dalam pawai secara sederhana menyampaikan kritik terhadap perilaku mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Pesan tersebut sekaligus memperlihatkan cara pelajar memaknai momentum kemerdekaan. Di tengah suasana pawai yang meriah, mereka menyisipkan pesan tentang kejujuran dan integritas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Pawai karnaval ini tidak hanya menjadi ajang bagi sekolah menampilkan kreativitas peserta didik. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar menyampaikan berbagai pesan melalui penampilan yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat.

Sekdis Dinas Pendidikan Kota Sabang, Mulkan, sebelumnya mengatakan pawai karnaval merupakan agenda rutin dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari orang tua dan wali peserta didik karena menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas.

Mulkan menjelaskan, Dinas Pendidikan Kota Sabang tidak menetapkan satu tema khusus bagi seluruh peserta. Setiap sekolah diberikan keleluasaan menentukan konsep penampilan dan melakukan inovasi masing-masing.

Dengan ruang kreativitas tersebut, pesan yang ditampilkan peserta pun beragam. Salah satunya kritik terhadap korupsi yang dibawa dalam barisan pawai melalui simbol tikus, jas hitam dan koper berisi uang mainan.

Di tengah ribuan pelajar yang memeriahkan pawai, pesan itu menjadi pengingat sederhana bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kemeriahan, tetapi juga dapat diisi dengan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab dan integritas sejak usia sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....