Semangat Kemerdekaan di Pesantren, PTQ Baitussalihin Gelar Lomba 17-an

  • 16 Agt 2026 19:17 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Pesantren Tahfizul Qur’an (PTQ) Baitussalihin Ulee Kareng, Banda Aceh. Para santri mengikuti berbagai perlombaan yang berlangsung meriah, penuh tawa, dan kebersamaan.

Kepala PTQ Baitussalihin, melalui Wakil Kepala Bidang Pengajaran, Muhammad Diki Novrian, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pesantren menanamkan semangat nasionalisme kepada para santri. Menurutnya, santri tidak hanya dituntut menghafal Al-Qur’an dan menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki rasa cinta terhadap tanah air.

“Santri tidak hanya menghafal Al-Qur’an saja, tapi juga perlu menambah semangat nasionalisme dan rasa cinta terhadap Tanah Air. Ini merupakan bentuk kepedulian dan kesadaran mereka dalam memperingati 17-an,” ujarnya, Minggu 16 Agustus 2026.

Ustaz Diki menambahkan, selain berbagai perlombaan, seluruh santri juga akan mengikuti upacara bendera pada 17 Agustus di lapangan pesantren. Ia berharap para santri tidak hanya pintar dan mampu bersaing secara akademis maupun dalam ilmu agama, tetapi juga tumbuh sebagai generasi muda yang cerdas, berakhlak dan mencintai Indonesia.

Antusias para santri saat mengikuti lomba balap karung

Ketua panitia lomba, Ustazah Raudhatul Jannah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan dan tahun ini diikuti 40 santri tingkat menengah pertama dan menengah atas. Beragam perlombaan disiapkan untuk membangun suasana kebersamaan sekaligus meningkatkan solidaritas dan kekompakan antarsantri.

“Untuk lomba individu ada makan kerupuk, balap karung, dan rangking satu. Sedangkan lomba kelompok seperti perang naga, estafet, bola air, dan lomba bawa kelereng,” kata Raudhatul.

Sementara itu, salah seorang santri kelas XI, Muhammad Albana, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, perlombaan membuat suasana pesantren menjadi lebih menyenangkan dan mempererat kebersamaan.

“Kegiatan ini membuat suasana menjadi penuh kebersamaan dan kebahagiaan. Santri tidak hanya harus kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dan berakhlak,” ujarnya.

Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat terus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan santri. “Santri tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga harus memiliki sikap nasionalisme yang tinggi dan cinta terhadap Tanah Air,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....