ANN Aceh Siapkan Konser dan Mentoring untuk Hidupkan Ekosistem Nasyid

  • 21 Jun 2026 06:04 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Aceh menyiapkan berbagai program untuk menghidupkan kembali ekosistem nasyid di Aceh. Organisasi ini akan menggelar program pembinaan bagi penasyid muda, konser bertema nostalgia, hingga mendorong pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan musik religi.

Sekretaris ANN Aceh, Hafizh Aminullah, SE., mengatakan salah satu agenda terdekat adalah konser intim bertajuk Ruang Rindu yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Konser tersebut diharapkan menjadi momentum membangkitkan kembali kejayaan nasyid sekaligus menarik minat generasi muda terhadap musik religi.

"Kita ingin bernostalgia dengan masa kejayaan nasyid. Harapannya melalui konser ini nasyid bisa kembali digaungkan dan anak-anak muda tertarik untuk ikut mengembangkannya," ujar Hafizh dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) di RRI Banda Aceh, Selasa, 16 Juni 2026.

Selain menggelar konser, ANN Aceh juga akan melaksanakan program mentoring di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk mencetak generasi penasyid baru. Hafizh menilai pembinaan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak karena banyak kelompok nasyid berhenti berkarya setelah para anggotanya menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, regenerasi tidak cukup hanya dengan membentuk grup-grup nasyid di sekolah, tetapi juga harus didukung pembinaan, ruang berekspresi, dan kesempatan berkarya agar para penasyid dapat terus berkembang.

Sementara itu, nasyider senior ANN Aceh, Rais Sa'ady, SH., menilai tantangan utama perkembangan nasyid saat ini bukan terletak pada kualitas musiknya, melainkan belum terbentuknya ekosistem yang mampu menopang pembinaan hingga para penasyid dapat masuk ke industri musik.

"Sebenarnya yang tidak ada sekarang adalah ekosistem nasyid. Setelah anak-anak membuat tim di sekolah, mereka tidak punya wadah untuk berkembang dan masuk ke industri musik," katanya.

Rais menjelaskan, pada masa lalu berbagai festival dan perlombaan nasyid menjadi ruang bagi para penasyid untuk tampil, berkompetisi, serta mengembangkan kemampuan. Keberadaan ajang-ajang tersebut turut melahirkan banyak kelompok nasyid yang mampu bertahan dan terus berkarya.

Menghadapi perkembangan industri musik digital, ANN Aceh juga mendorong para penasyid untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi karya. Hafizh menilai kualitas produksi, pengemasan konten, serta strategi branding harus terus ditingkatkan agar nasyid mampu bersaing dan menjangkau audiens yang lebih luas tanpa kehilangan nilai-nilai dakwah yang diusung.

"Kalau nasyid hanya tampil apa adanya, tentu akan tertinggal. Karena itu kualitas produksi, konten, dan branding harus terus ditingkatkan," ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, ANN Aceh berharap dapat membangun kembali ekosistem nasyid yang berkelanjutan di Aceh. Dengan pembinaan yang terarah, ruang tampil yang lebih luas, serta pemanfaatan media digital, organisasi ini optimistis akan lahir lebih banyak kelompok nasyid baru yang mampu menjadikan musik religi tetap relevan dan diminati generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....