Kesenian Sabang Meredup, Even Berkurang Drastis
- 24 Feb 2025 08:19 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Minimnya even yang dilakukan sejak akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025, mengakibatkan geliat Seni di Sabang meredup. Hal tersebut diutarakan Aktivis perempuan sekaligus mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang, Zulvi Purnawati, saat ditemui RRI di salah satu Warkop ternama di Kota Sabang.
Wanita yang akrab disapa Mami Evi ini, menyoroti berkurangnya aktivitas seni dan budaya di Kota Sabang dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyayangkan kondisi tersebut yang berbanding terbalik dengan masa sebelumnya, di mana kesenian berkembang pesat dan menjadi identitas Kota Sabang.
“Saat ini seni budaya di Kota Sabang terlihat kurang tampil. Kenapa? Bisa jadi karena berbagai kondisi atau hal lain yang kami pun tidak sepenuhnya pahami. Sekitar lima tahun lalu, Sabang memiliki sekitar 70 sanggar seni yang aktif, baik di sekolah maupun di komunitas masyarakat. Ini perlu diperhatikan," tegas Zulvi, Senin (24/2/2025).
Zulvi mengungkapkan bahwa pada periode sebelumnya, pihaknya memberikan dukungan berupa motivasi dan fasilitasi agar para pelaku seni terus berlatih secara rutin. Hal ini memungkinkan mereka untuk tampil dalam berbagai acara setiap minggunya, menjaga dinamika seni tetap hidup di Sabang.
“Kami selalu mendorong dan memotivasi sanggar agar mereka rutin berlatih. Kenapa? Karena mereka pasti akan tampil dalam berbagai event, sekecil apa pun itu,” katanya.
Menurutnya, keikutsertaan sanggar dalam berbagai kegiatan tidak hanya membangun semangat para seniman, tetapi juga menciptakan atmosfer kota yang lebih hidup. Ia juga membandingkan kondisi Sabang saat ini dengan masa lalu, ketika setiap tahun selalu ada kegiatan seperti Sabang Fair.
Tegasnya lagi, hidup tanpa seni itu seperti sayur tanpa garam. Dia juga membandingkan pada lima tahun lalu, hampir setiap Sabtu dan Minggu, pihaknya menggelar event, meski hanya perlombaan kecil seperti lomba mewarnai untuk anak-anak TK.
Zulvi menambahkan bahwa menghidupkan kembali kegiatan seni dan budaya tidak harus memerlukan biaya besar. Dengan anggaran kecil, berbagai event bisa digelar untuk menyentuh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....